JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di era digital saat ini, kehadiran platform media sosial seperti TikTok telah mengubah cara masyarakat mengkonsumsi informasi dan hiburan.
Dengan konsep video singkat yang menarik dan algoritma yang mampu menyesuaikan konten dengan preferensi pengguna, Tik Tok berhasil membuat banyak orang betah berlama-lama melakukan aktivitas scroll tanpa henti.
Namun, dibalik kemudahan dan hiburan tersebut, muncul kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap konsentrasi otak.
Fenomena scroll tanpa henti atau yang sering disebut sebagai doom scrolling menjadi kebiasaan baru, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.
Tanpa disadari, pengguna bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menonton video berdurasi singkat yang terus berganti.
Kondisi ini memicu otak untuk terus mencari rangsangan baru secara cepat, sehingga mempengaruhi kemampuan fokus dalam jangka panjang.
Para ahli dalam bidang neuroscience menjelaskan bahwa paparan konten singkat secara terus-menerus dapat mengubah cara kerja otak.
Setiap kali pengguna menemukan video yang menarik, otak melepaskan dopamin, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa senang.
Hal ini menciptakan efek ketagihan, di mana otak terus menginginkan stimulus baru dalam waktu singkat.
Baca Juga: PKL Kembali Menjamur di Jalan Residen Pamuji Kota Mojokerto
Akibatnya, kemampuan untuk berkonsentrasi pada tugas yang membutuhkan waktu lebih lama, seperti membaca atau belajar, menjadi menurun.
Selain itu, kebiasaan ini juga berdampak pada attention span atau rentang perhatian.
Individu yang terbiasa dengan konten cepat cenderung merasa bosan ketika dihadapkan pada aktivitas yang membutuhkan fokus mendalam.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu produktivitas, terutama dalam kegiatan akademik maupun pekerjaan.
Tidak hanya itu, penggunaan TikTok secara berlebihan juga dapat mengganggu kualitas tidur.
Banyak pengguna yang terus menggeser layar hingga larut malam, sehingga waktu istirahat berkurang.
Kurang tidur sendiri diketahui dapat memperburuk fungsi kognitif, termasuk daya ingat dan kemampuan berpikir jernih.
CINDY
Editor : Imron Arlado