Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengapa Istirahat Singkat Bisa Meningkatkan Konsentrasi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Imron Arlado • Selasa, 14 April 2026 | 16:51 WIB
Pentingnya untuk istirahat cukup bagi kesehatan otak
Pentingnya untuk istirahat cukup bagi kesehatan otak

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah aktivitas yang padat, banyak orang merasa bahwa terus bekerja tanpa henti adalah cara terbaik untuk menyelesaikan tugas dengan cepat. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Mengambil istirahat singkat di sela-sela pekerjaan terbukti dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan produktivitas.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada otak saat kita beristirahat sejenak?

Otak manusia memiliki batas dalam memproses informasi secara terus-menerus. Ketika dipaksa bekerja tanpa henti, kemampuan fokus akan menurun secara perlahan. Hal ini dikenal sebagai mental fatigue atau kelelahan mental.

Saat kita mengambil istirahat singkat, otak mendapatkan kesempatan untuk “mengisi ulang energi”. Jeda ini membantu mengurangi kelelahan dan membuat kita lebih siap untuk kembali fokus pada tugas berikutnya.

Peran Sistem Perhatian dalam Otak

Secara ilmiah, konsentrasi diatur oleh sistem perhatian dalam otak. Ketika kita fokus terlalu lama pada satu hal, sistem ini bisa mengalami penurunan kinerja. Akibatnya, kita menjadi lebih mudah terdistraksi, sulit berpikir jernih, dan sering melakukan kesalahan kecil.

Istirahat singkat membantu mengembalikan fungsi sistem perhatian tersebut. Bahkan jeda selama 5–10 menit saja sudah cukup untuk memberikan efek positif.

Efek “Reset” pada Pikiran

Istirahat tidak selalu berarti tidur, aktivitas ringan seperti berjalan sebentar, melihat pemandangan, atau sekadar menjauh dari layar bisa memberikan efek “reset” pada pikiran. Ketika kita berhenti sejenak dari tugas, otak berpindah dari mode fokus intens ke mode santai. Dalam kondisi ini, otak tetap aktif, tetapi bekerja dengan cara yang berbeda. Justru di sinilah sering muncul ide-ide segar dan solusi kreatif yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Istirahat singkat juga berperan dalam memperkuat daya ingat, saat otak beristirahat, informasi yang baru saja dipelajari akan diproses dan disimpan dengan lebih baik. Selain itu, setelah beristirahat, kita cenderung bekerja lebih cepat dan lebih akurat. Ini membuat waktu yang digunakan menjadi lebih efisien dibandingkan memaksakan diri bekerja tanpa jeda.

Meskipun istirahat itu penting, terlalu sering atau terlalu lama beristirahat juga bisa mengganggu alur kerja, kunci utamanya adalah keseimbangan.

Baca Juga: Minimnya Kesadaran Ortu Picu Maraknya Pernikahan Dini di Mojokerto

Salah satu metode yang cukup populer adalah teknik bekerja dalam interval, seperti bekerja selama 25–50 menit, lalu istirahat selama 5–10 menit. Pola ini membantu menjaga konsentrasi tetap stabil sepanjang hari.

Istirahat singkat bukanlah tanda kemalasan, melainkan bagian penting dari cara kerja otak yang sehat. Dengan memberi jeda sejenak, kita membantu otak memulihkan energi, meningkatkan fokus, dan menjaga produktivitas.

Jadi, jika kamu mulai merasa lelah atau sulit berkonsentrasi, mungkin itu bukan tanda untuk berhenti sepenuhnya, tetapi justru saat yang tepat untuk beristirahat sejenak.

TISA

Editor : Imron Arlado
#pikiran manusia #kesehatan #waktu #otak #manusia