JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernah merasa pikiran terus berputar tanpa henti, memikirkan hal yang sama berulang-ulang? Mulai dari hal kecil sampai hal besar, semuanya terasa seperti harus dipikirkan secara mendalam. Kondisi ini sering disebut sebagai overthinking, yaitu kecenderungan berpikir berlebihan yang justru membuat seseorang merasa lelah secara mental.
Overthinking sebenarnya adalah hal yang cukup umum terjadi. Dalam batas tertentu, berpikir mendalam bisa membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih baik. Namun, ketika pikiran tersebut terus berulang tanpa arah yang jelas, justru bisa menimbulkan kecemasan, rasa tidak tenang, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah satu penyebab utama overthinking adalah rasa takut membuat kesalahan. Banyak orang merasa harus mengambil keputusan yang sempurna, sehingga mereka terus memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Akibatnya, pikiran menjadi penuh dengan “bagaimana jika” yang tidak ada habisnya.
Selain itu, pengalaman di masa lalu juga bisa memicu overthinking. Kesalahan atau kejadian yang pernah terjadi sering kali diputar kembali di dalam pikiran, seolah-olah ada hal yang masih perlu diperbaiki. Padahal, tidak semua hal di masa lalu bisa diubah.
Kurangnya rasa percaya diri juga menjadi faktor lain. Ketika seseorang meragukan dirinya sendiri, ia cenderung mencari kepastian dengan cara memikirkan segala kemungkinan secara berlebihan. Sayangnya, hal ini justru membuat pikiran semakin tidak tenang.
Baca Juga: M. Hazza Rahid Alfayi, Juara 2 Pildarama 2026, Dari Hobi Menyanyi, Ingin Jadi Pendakwah Milenial
Lalu, bagaimana cara mengendalikannya?
Langkah pertama adalah menyadari kapan kita mulai overthinking. Kesadaran ini penting agar kita bisa “menghentikan” pikiran sebelum berkembang terlalu jauh. Cobalah untuk membedakan antara berpikir yang produktif dan berpikir yang hanya berputar tanpa hasil.
Selanjutnya, fokus pada hal yang bisa dikendalikan. Tidak semua hal perlu dipikirkan secara mendalam, terutama jika itu berada di luar kendali kita. Mengarahkan energi pada hal-hal yang nyata dan bisa dilakukan akan membantu pikiran menjadi lebih ringan.
Menuliskan apa yang ada di pikiran juga bisa menjadi cara yang efektif. Dengan menuliskannya, kita bisa melihat masalah dengan lebih jelas dan tidak hanya terjebak di dalam kepala sendiri. Cara ini sering membantu mengurangi beban pikiran secara perlahan.
Selain itu, penting juga untuk memberi jeda pada diri sendiri. Melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan, mendengarkan musik, atau sekadar beristirahat dapat membantu mengalihkan fokus dari pikiran yang berlebihan. Pikiran yang lelah membutuhkan waktu untuk kembali tenang.
Tidak kalah penting, belajar menerima bahwa tidak semua hal harus sempurna. Kesalahan adalah bagian dari proses hidup, dan tidak semua keputusan harus selalu tepat. Dengan menerima hal tersebut, beban untuk terus berpikir berlebihan bisa berkurang.
Pada akhirnya, overthinking adalah hal yang manusiawi, tetapi bukan sesuatu yang harus dibiarkan terus terjadi. Dengan memahami penyebabnya dan belajar mengelolanya, kita bisa perlahan keluar dari jebakan pikiran sendiri. Hidup pun terasa lebih ringan ketika kita tidak lagi terlalu lama terjebak dalam hal-hal yang belum tentu terjadi.
TISA
Editor : Imron Arlado