Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cabut Uban Bikin Tumbuh Lebih Banyak, Mitos atau Fakta?

Imron Arlado • Jumat, 10 April 2026 | 18:08 WIB
mencabut uban bisa menyebabkan tumbuh lebih banyak?
mencabut uban bisa menyebabkan tumbuh lebih banyak?

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Uban merupakan rambut yang kehilangan pigmen melanin sehingga warnanya berubah menjadi putih atau abu-abu. Proses ini adalah bagian alami dari penuaan, karena produksi melanin di folikel rambut berkurang seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, uban juga bisa muncul lebih cepat pada sebagian orang karena faktor genetik, gaya hidup, atau kondisi kesehatan tertentu. Kehadiran uban sering kali dianggap sebagai tanda menurunnya vitalitas, sehingga banyak orang berusaha menutupinya atau bahkan menghilangkannya. 

Bagi sebagian orang, munculnya uban menimbulkan rasa kurang percaya diri. Rambut putih dianggap membuat penampilan tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Karena alasan estetika, banyak orang memilih cara cepat dengan mencabut uban agar tidak terlihat. Kebiasaan ini dilakukan tanpa memikirkan dampak jangka panjang, karena dianggap solusi instan yang mudah dilakukan kapan saja. 

Namun, di tengah masyarakat berkembang anggapan bahwa mencabut uban justru membuat uban tumbuh lebih banyak. Keyakinan ini sudah lama beredar dan diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga banyak orang percaya bahwa satu helai uban yang dicabut akan memunculkan beberapa helai uban baru di sekitarnya. Pandangan ini menimbulkan kekhawatiran, sehingga sebagian orang ragu apakah mencabut uban adalah pilihan yang tepat. 

Baca Juga: Seringkali Muncul Sebelum Waktunya, Berikut Ini Penyebab Uban Dini yang Perlu Diketahui

Faktanya, anggapan tersebut tidak benar. Mencabut uban tidak akan membuat uban bertambah banyak. Rambut yang dicabut hanya akan tumbuh kembali dari folikel yang sama, dengan warna tetap putih karena folikel tersebut sudah berhenti memproduksi melanin. Jadi, mencabut uban tidak memengaruhi folikel lain di sekitarnya, dan tidak ada mekanisme biologis yang membuat uban bertambah akibat dicabut. 

Meski tidak menambah jumlah uban, kebiasaan mencabut rambut bisa menimbulkan masalah lain. Folikel rambut yang terus-menerus dicabut dapat mengalami kerusakan. Jika folikel rusak, rambut bisa tumbuh lebih tipis, lebih lambat, atau bahkan berhenti tumbuh sama sekali. Akibatnya, area kulit kepala bisa tampak lebih jarang rambut, sehingga menimbulkan kesan botak atau tidak sehat. 

Selain kerusakan folikel, mencabut uban berulang kali juga bisa menimbulkan iritasi pada kulit kepala. Rasa nyeri, peradangan ringan, atau bahkan infeksi kecil dapat terjadi akibat trauma pada kulit. Kondisi ini bisa semakin parah jika dilakukan dengan tangan yang tidak bersih atau alat yang tidak steril, sehingga risiko infeksi bakteri meningkat. 

Baca Juga: Mencabut Uban Bisa Membuat Rambut Tumbuh Semakin Banyak, Apakah Benar?

Penyebab utama munculnya uban bukanlah kebiasaan mencabut rambut, melainkan faktor alami tubuh. Genetik memegang peran besar dalam menentukan kapan uban mulai tumbuh. Selain itu, usia yang semakin bertambah, stres berkepanjangan, gangguan tiroid, serta kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin B12 juga dapat mempercepat munculnya uban. Dengan kata lain, uban adalah hasil dari proses biologis, bukan akibat tindakan mencabut rambut. 

Karena itu, solusi untuk mengatasi uban lebih tepat dilakukan dengan cara lain. Salah satu cara yang paling umum adalah menggunakan pewarna rambut untuk menutupi uban. Selain itu, menjaga pola makan sehat, mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral, serta mengurangi stres juga dapat membantu memperlambat munculnya uban. Meski tidak bisa menghentikan sepenuhnya, langkah-langkah tersebut dapat menjaga kesehatan rambut secara keseluruhan. 

Di pasaran, tersedia berbagai produk perawatan rambut yang diklaim mampu menutupi atau mengurangi uban. Namun, hingga kini belum ada produk yang benar-benar bisa mengembalikan warna alami rambut secara permanen. Produk pewarna hanya bersifat kosmetik, sementara suplemen atau tonik rambut lebih berfungsi menjaga kesehatan folikel agar tetap kuat. 

Para dokter kulit umumnya tidak menyarankan kebiasaan mencabut uban. Selain tidak memberikan manfaat, tindakan tersebut justru bisa memperburuk kondisi rambut dan kulit kepala dalam jangka panjang. Dokter lebih menganjurkan untuk menerima uban sebagai bagian dari proses alami tubuh, atau jika ingin menutupinya, menggunakan metode yang aman seperti pewarna rambut yang sesuai dengan kondisi kulit kepala. 

Baca Juga: Jalan Rusak di Ruas Pekukuhan-Ngoro Mojokerto Diperbaiki

Kesimpulannya, anggapan bahwa mencabut uban membuat uban bertambah banyak adalah mitos. Uban tetap akan tumbuh sesuai dengan faktor alami tubuh, terutama genetik dan usia. Cara terbaik untuk menghadapi uban adalah dengan menerima proses penuaan sebagai hal yang wajar, atau menutupinya dengan metode yang aman dan tidak merusak kesehatan rambut. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat bisa lebih bijak dalam merawat rambut beruban tanpa terjebak pada mitos yang menyesatkan. 

 

FERDI

 

Editor : Imron Arlado
#mitos uban #rambut putih #uban di usia muda #uban dini