Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sebelum Muncul Gadget, Begini Serunya Bermain Tanpa Layar di Era Digital

Imron Arlado • Rabu, 8 April 2026 | 18:13 WIB
Serunya Bermain Tanpa Layar di Era Digital.
Serunya Bermain Tanpa Layar di Era Digital.

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, aktivitas bermain anak kini semakin didominasi oleh layar gawai.

Namun, di balik kemudahan dan hiburan instan yang ditawarkan dunia digital, muncul kembali tren permainan tanpa layar yang dinilai lebih sehat dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Fenomena ini mulai terlihat di berbagai daerah, di mana anak-anak kembali memainkan permainan tradisional seperti petak umpet, congklak, hingga lompat tali.

Aktivitas tersebut tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial yang mulai berkurang akibat penggunaan gadget berlebihan.

Menurut pengamat pendidikan, permainan tanpa layar memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan kreativitas, melatih kemampuan motorik, hingga membangun keterampilan komunikasi.

Berbeda dengan permainan digital yang cenderung pasif, aktivitas fisik dan interaksi langsung memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh.

Selain itu, bermain di luar ruangan juga membantu anak lebih mengenal lingkungan sekitar.

Baca Juga: Penyidik Cium Kejanggalan di UPC Pegadaian Mojokerto, Diduga Ada Unsur Manipulatif dan Pemalsuan Keuangan

Mereka belajar bekerja sama, menyelesaikan konflik, serta mengembangkan empati terhadap teman sebaya. Hal ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter yang kuat sejak dini.

Kesadaran orang tua terhadap dampak penggunaan gadget juga turut mendorong perubahan ini.

Banyak keluarga mulai membatasi waktu layar dan mengajak anak melakukan aktivitas alternatif, seperti bermain di taman, bersepeda, atau mengikuti kegiatan komunitas.

Sejumlah sekolah pun mulai mengintegrasikan permainan tradisional dalam kegiatan pembelajaran.

Langkah ini dilakukan untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan aktivitas fisik dan sosial.

Guru berharap, pendekatan ini mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Daya tarik teknologi yang begitu besar membuat anak-anak mudah kembali ke kebiasaan lama.

Oleh karena itu, diperlukan konsistensi dari orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan ruang bermain yang sehat dan menarik tanpa bergantung pada layar.

Di era digital yang serba cepat, bermain tanpa layar menjadi pengingat bahwa kesenangan sejati tidak selalu berasal dari teknologi.

Justru, melalui interaksi langsung dan permainan sederhana, anak-anak dapat merasakan kebahagiaan yang lebih autentik sekaligus mengembangkan berbagai aspek penting dalam kehidupan mereka.

CINDY

Editor : Imron Arlado
#bermain tanpa layar handphone #media sosial #handphone #fenomena #era digital