Jangan Remehkan Kebiasaan Scroll Tanpa Tujuan, Begini Dampak Buruknya

Imron Arlado • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 21:24 WIB
Kebiasaan Scroll Tanpa Tujuan.
Kebiasaan Scroll Tanpa Tujuan.

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kebiasaan menggeser layar ponsel tanpa tujuan atau yang kerap disebut doomscrolling semakin marak terjadi dikalangan masyarakat.

Aktivitas ini tampak sederhana, namun menyimpan dampak yang cukup signifikan bagi kesehatan mental dan produktivitas.

Fenomena scroll tanpa tujuan umumnya terjadi saat seseorang membuka media sosial atau aplikasi digital lainnya tanpa maksud yang jelas.

Awalnya hanya ingin melihat notifikasi atau mencari hiburan singkat, namun berakhir dengan menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar.

Psikolog menyebut kebiasaan ini sebagai bentuk pelarian dari rasa bosan, stres, atau bahkan kecemasan.

Ironisnya, alih-alih merasa lebih baik, banyak orang justru mengalami kelelahan mental setelah terlalu lama terpapar berbagai informasi yang tidak tersaring.

“Scroll tanpa tujuan bisa membuat otak terus menerima rangsangan tanpa jeda, sehingga menimbulkan kelelahan kognitif,” ujar salah satu pemerhati kesehatan mental.

Ia menambahkan, paparan konten negatif secara berulang juga dapat memicu perasaan cemas dan tidak nyaman.

Baca Juga: Ngeban di Tol Surabaya-Mojokerto, Kernet Pikap Tewas Dihantam Avanza

Di sisi lain, algoritma media sosial turut memperkuat kebiasaan ini. Konten yang terus diperbarui dan disesuaikan dengan minat pengguna membuat seseorang sulit berhenti.

Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk aktivitas produktif justru terbuang tanpa disadari.

Fenomena ini banyak dialami oleh generasi muda yang sangat dekat dengan teknologi digital.

Namun, tidak sedikit pula orang dewasa yang terjebak dalam kebiasaan serupa, terutama saat waktu senggang atau sebelum tidur.

Dampak dari kebiasaan ini tidak bisa dianggap remeh. Selain menurunkan produktivitas, scroll berlebihan juga dapat mengganggu pola tidur, mengurangi fokus, sehingga mempengaruhi kesehatan mata. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menurunkan kualitas hidup.

Untuk mengatasi kebiasaan ini, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana.

Di antaranya adalah membatasi waktu penggunaan ponsel, menetapkan tujuan saat membuka aplikasi, serta memberikan jeda dari layar dengan melakukan aktivitas lain seperti membaca buku atau berolahraga.

Kesadaran diri menjadi kunci utama dalam menghadapi fenomena ini. Dengan memahami dampaknya, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan tidak terjebak dalam kebiasaan scroll tanpa arah.

Di era digital yang serba cepat, kemampuan mengendalikan diri dalam menggunakan teknologi menjadi hal yang semakin penting.

Tanpa disadari, kebiasaan kecil seperti scroll tanpa tujuan dapat mempengaruhi kehidupan secara lebih luas.

CINDY

 

Editor : Imron Arlado
scrol media sosial Doomscrolling kebiasaan ponsel