GEDEG - Warga Dusun Kangkungan, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, digegerkan atas tewasnya Yusaroni, 63, Sabtu (4/4) sore. Jasad supeltas alias klebet ini ditemukan tergeletak di area tanggul utara Sungai Brantas. Kali pertama Yusaroni ditemukan tak bernyawa oleh warga sekitar pukul 16.00. Tubuh lansia asal Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg ini ditemukan telentang di atas tanah hanya memakai celana pendek warna biru.
Kaus abu-abu motif batik milik korban ditemukan tak jauh di sisi kiri jasadnya. Temuan ini lantas dilaporkan warga ke aparat berwajib. ”Tubuh korban sudah terbujur kaku, diperkirakan sudah meninggal lebih dari delapan jam sebelum ditemukan,” ungkap Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Jinarwan, kemarin (5/4). Usai dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), jasad Yusaroni kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto untuk otopsi luar. Hasilnya, lanjut Jinarwan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
”Ditemukan luka kecil dan mengeluarkan darah di leher korban. Tetapi, setelah dicek, itu luka baru akibat gigitan hewan tanah sejenis semut,” bebernya. Jinarwan menyebut, diduga nyawa supeltas ini melayang akibat serangan jantung. Sebab, korban sebelumnya disebut memiliki riwayat sakit jantung dan asam urat. ”Sebelum Lebaran kemarin sakit jantung korban sempat kambuh dan dibawa berobat. Semasa hidupnya korban kerja sebagai klebet (supeltas) dan sering mamancing di sekitar TKP,” tukas Jinarwan. (vad/ris)
Editor : Imron Arlado