JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin deras, kemampuan masyarakat dalam menggunakan media sosial secara bijak menjadi bagian penting dari literasi digital.
Tidak hanya sekedar keterampilan teknis, literasi digital juga mencakup pemahaman etika, tanggung jawab, serta kemampuan memilah informasi yang benar.
Fenomena maraknya hoax, ujaran kebencian, hingga perundungan daring (cyberbullying) menunjukkan bahwa penggunaan media sosial tanpa kontrol dapat berdampak negatif, baik bagi individu maupun masyarakat luas.
Oleh karena itu, kesadaran untuk bermedia sosial secara bijak perlu terus ditanamkan, terutama di kalangan generasi muda yang menjadi pengguna aktif platform digital.
Pakar komunikasi digital menyebutkan bahwa bijak bermedia sosial berarti mampu berpikir kritis sebelum membagikan informasi.
Pengguna diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya, serta selalu melakukan verifikasi dari sumber terpercaya.
Selain itu, etika dalam berkomunikasi juga menjadi hal penting untuk menjaga interaksi tetap sehat dan saling menghargai.
Di sisi lain, pemerintah melalui berbagai program literasi digital terus mengedukasi masyarakat agar lebih cakap dalam memanfaatkan teknologi.
Baca Juga: Damkar di Mojokerto Panen Aduan Evakuasi Sarang Tawon Vespa
Kampanye penggunaan internet sehat dan aman juga gencar dilakukan untuk menekan penyebaran konten negatif.
Tak hanya pemerintah, peran keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat penting dalam membentuk kebiasaan bermedia sosial yang positif.
Orang tua diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada anak-anak dalam menggunakan gawai, sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab dan empati sejak dini.
Bijak bermedia sosial bukan berarti membatasi diri dalam berekspresi, melainkan menggunakan kebebasan tersebut secara bertanggung jawab.
Dengan literasi digital yang baik, media sosial dapat menjadi sarana edukasi, komunikasi, serta pengembangan diri yang bermanfaat.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan ruang digital dapat menjadi lingkungan yang lebih sehat, aman, dan produktif bagi semua pengguna.
CINDY
Editor : Imron Arlado