Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gubernur Jateng Salurkan Bantuan dan Tekankan Penanganan Menyeluruh Banjir Demak

Imron Arlado • Minggu, 5 April 2026 | 16:14 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu (4/4/2026). (sumber: jateng.prov.go.id)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu (4/4/2026). (sumber: jateng.prov.go.id)

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Demak harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga ke hilir, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Hal ini disampaikan saat meninjau lokasi pengungsian di Kantor Kecamatan Guntur, Demak, Sabtu (4/4/2026).

Menurut Luthfi, dalam situasi darurat seperti ini, layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta ketersediaan bahan pokok dan makanan tidak boleh terabaikan. 

“Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi, mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya, tidak boleh ketinggalan,” kata Luthfi dikutip dari jateng.prov.go.id, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga: Angka Perceraian Tinggi, Kemenag Mojokerto Turunkan Fasilitator

Dalam kunjungan tersebut Luthfi berdialog dengan warga serta menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para pengungsi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan sekitar Rp236.985.411 yang bersumber dari berbagai instansi, seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga PMI.

Usai peninjauan, Luthfi juga menggelar rapat terbatas bersama Bupati Demak dan jajaran terkait guna merumuskan langkah penanganan lanjutan. Ia menegaskan bahwa banjir tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan harus dilakukan secara komprehensif.

“Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus dituntaskan,” katanya.

Baca Juga: DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Sebar Tim Reaksi Cepat di Empat Eks Wilayah Kawedanan

Banjir di Kabupaten Demak terjadi pada Jumat (3/4/2026) akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di sejumlah titik, yang diperparah oleh tingginya curah hujan dan meluapnya aliran Sungai.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sebanyak 2.839 jiwa terpaksa mengungsi dan tersebar di 14 lokasi, seperti balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga.

Tanggul dilaporkan jebol di beberapa titik, terutama di Desa Trimulyo dan Sidoharjo, dengan panjang kerusakan mencapai puluhan meter. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap dan merendam delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

Baca Juga: Damkar di Mojokerto Panen Aduan Evakuasi Sarang Tawon Vespa

Ketinggian air di sejumlah wilayah dilaporkan mencapai 100 hingga 150 sentimeter, bahkan mengakibatkan akses jalan di beberapa desa tidak dapat dilalui kendaraan. Warga pun dievakuasi menggunakan perahu ke lokasi yang lebih aman.

Di pengungsian, warga menempati fasilitas darurat dengan kondisi terbatas. Sebagian beristirahat di dalam gedung, sementara lainnya menunggu situasi di rumah mereka membaik.

Meski demikian, pihak BPBD menyebutkan bahwa tren genangan air mulai menunjukkan penurunan di beberapa wilayah. Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan evakuasi lanjutan, pendataan korban serta distribusi bantuan untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan warga tetap terpenuhi. ASIKHA

 

Editor : Imron Arlado
#kecamatan guntur #tanggul jebol #banjir #Ahmad Luthfi