Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Kabupaten Demak, Ribuan Warga Mengungsi

Imron Arlado • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 15:22 WIB
Sejumlah warga dievakuasi akibat banjir di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat (3/4/2026). (dok:BPBD Demak)
Sejumlah warga dievakuasi akibat banjir di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat (3/4/2026). (dok:BPBD Demak)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini menyebabkan ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat genangan air yang terus meningkat.

"Terdampak kurang lebih 2.116 kepala keluarga dan pengungsi 2.839 jiwa," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Sukiyono, Sabtu (4/4/2026).

Hasil laporan sementara, banjir merendam beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Guntur, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Wonosalam, dan Kecamatan Kebonagung.

Baca Juga: Angka Perceraian Tinggi, Kemenag Mojokerto Turunkan Fasilitator

Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai sekitar 1 meter hingga 1,5 meter, sehingga aktivitas warga lumpuh total. Sejumlah akses jalan utama juga tidak dapat dilalui kendaraan karena terendam air.

Banjir diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul di aliran Sungai Tuntang, sehingga air meluap dan masuk ke permukiman warga. Akibatnya, ratusan rumah terdampak dan sebagian mengalami kerusakan.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi warga. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.

Baca Juga: DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Sebar Tim Reaksi Cepat di Empat Eks Wilayah Kawedanan

Warga yang terdampak saat ini ditempatkan di sejumlah titik pengungsian seperti balai desa, masjid, hingga Kantor Kecamatan Guntur dan fasilitas umum lainnya.

Selain evakuasi, bantuan logistik juga mulai disalurkan kepada para pengungsi. Kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan menjadi prioritas utama. Petugas kesehatan turut disiagakan untuk mengantisipasi munculnya penyakit di lingkungan pengungsian, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Pemerintah daerah setempat menyatakan tengah berupaya menangani dampak banjir secara maksimal, termasuk memperbaiki tanggul yang jebol secara darurat untuk mencegah meluasnya genangan.

Baca Juga: Damkar di Mojokerto Panen Aduan Evakuasi Sarang Tawon Vespa

Hingga saat ini, pendataan terhadap jumlah warga terdampak masih terus dilakukan. Pemerintah juga memastikan akan memberikan bantuan lanjutan bagi warga yang terdampak banjir guna mempercepat proses pemulihan pascabencana. SEPTIANA

 

Editor : Imron Arlado
ribuan warga mengungsi tanggul jebol kabupaten demak banjir