JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah upaya pemerintah mengurangi kemacetan dan polusi udara, minat masyarakat terhadap penggunaan transportasi umum masih tergolong rendah. Fenomena ini menjadi tantangan besar dalam mewujudkan sistem mobilitas perkotaan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Banyak masyarakat masih memilih kendaraan pribadi karena dianggap lebih praktis, fleksibel, dan nyaman. Faktor waktu tempuh yang dinilai lebih cepat serta kemudahan akses menjadi alasan utama penggunaan kendaraan pribadi tetap mendominasi jalanan kota.
Di sisi lain, sejumlah pengguna mengeluhkan layanan transportasi umum yang belum sepenuhnya memadai. Mulai dari jadwal yang kurang tepat waktu, fasilitas yang belum nyaman, hingga keterbatasan rute menjadi kendala yang membuat masyarakat enggan beralih.
Baca Juga: Eksistensi Jenama Lokal Mojokerto, Ogah Pakai Brand Umum hingga Gencar Pasang Iklan Digital
Selain itu, persepsi masyarakat juga berperan penting. Transportasi umum masih sering dianggap sebagai pilihan kedua, bukan kebutuhan utama. Hal ini semakin diperkuat dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi, terutama di kalangan generasi muda.
Padahal, penggunaan transportasi umum memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi kemacetan, menekan emisi gas buang, serta lebih hemat biaya. Jika dimanfaatkan secara optimal, transportasi umum dapat menjadi solusi utama bagi permasalahan lalu lintas di perkotaan.
Pemerintah sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, mulai dari penambahan armada, perbaikan fasilitas, hingga integrasi antar moda transportasi. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar kesadaran menggunakan transportasi umum semakin meningkat.
Dengan perbaikan yang berkelanjutan dan dukungan masyarakat, diharapkan transportasi umum dapat menjadi pilihan utama, bukan sekadar alternatif, dalam aktivitas sehari-hari.
JATI
Editor : Imron Arlado