Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami

Imron Arlado • Jumat, 3 April 2026 | 20:19 WIB
ILUSTRASI. Kondisi bangunan terdampak gempa magnitudo 7,6 di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). (ANTARA FOTO/Karel A Polakitan)
ILUSTRASI. Kondisi bangunan terdampak gempa magnitudo 7,6 di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). (ANTARA FOTO/Karel A Polakitan)

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. Gempa yang terjadi pukul 05.48 WIB ini  dipicu aktivitas subduksi Laut dan dirasakan hingga sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, berdasarkan hasil analisis, gempa yang terjadi termasuk jenis gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Guncangan kuat dirasakan di beberapa daerah seperti Bitung, Manado, hingga Ternate.

Selain itu, BMKG juga mencatat adanya kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah, meskipun dengan ketinggian relatif kecil. Setelah dilakukan pemantauan, BMKG memastikan status peringatan dini tsunami telah berakhir.

Baca Juga: Tabrakan Honda Jazz dan Truk di Exit Tol Gedeg Mojokerto, Dua Kendaraan Rusak Parah

“BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” pungkas Faisal dikutip dari bmkg.go.id, Kamis (2/4).

BMKG juga mencatat puluhan aktivitas gempa susulan setelah gempa utama terjadi. Masyarakat diimbau tetap waspada dan memastikan kondisi bangunan sebelum beraktivitas.

Guncangan gempa menimbulkan kepanikan warga di sejumlah wilayah. Di kota Ternate, masyarakat dilaporkan sampai berhamburan keluar rumah saat gempa berlangsung. Sementara di Manado, data sementara dari tim SAR menyebutkan satu orang meninggal dunia dan satu  lainnya mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Baca Juga: Polisi Periksa Ulang Para Korban Arisan Online Bodong di Kota Mojokerto

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kerusakan bangunan terjadi di beberapa titik, terutama Maluku Utara. Beberapa rumah dan tempat ibadah mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat, termasuk gereja dan rumah warga di kota Ternate.

Selain itu, gelombang tsunami dengan ketinggian kecil sempat terdeteksi di beberapa wilayah, seperti Halmahera Barat (0,3 meter) dan Bitung (0,2 meter). Meski tidak signifikan, kondisi tersebut tetap memerlukan kewaspadaan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir.

Kepala BNPB Suharyanto mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi terkait bencana ini.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Tetapkan Sembilan Cagar Budaya Tingkat Kabupaten

"Mohon disampaikan ke masyarakat jangan mendengar isu-isu yang tidak bertanggung jawab," kata Suharyanto dikutip dari Metro TV.

Pemerintah melalui BNPB juga langsung bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk melakukan pendataan dan verifikasi dampak gempa secara menyeluruh. BPBD, TNI, dan Polri dikerahkan untuk menjangkau masyarakat terdampak serta memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.

Selain itu, tim gabungan dari pemerintah pusat dijadwalkan akan segera turun ke wilayah terdampak di Sulawesi Utara dan Maluku Utara guna memperkuat penanganan perjalanan optimal. Operasi pencarian dan evakuasi juga terus dilakukan terkait adanya laporan korban jiwa dan potensi korban lainnya. ASIKHA

Editor : Imron Arlado
#tsunami #maluku utara #Sulawesi utara #gempa