Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Puan Maharani Minta Penghargaan Terbaik

Imron Arlado • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 19:18 WIB
Prosesi penghormatan terakhir bagi tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. (sumber: Kemlu RI/SinPo.id/ Puspen TNI)
Prosesi penghormatan terakhir bagi tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. (sumber: Kemlu RI/SinPo.id/ Puspen TNI)

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon mendapat perhatian Ketua DPR RI Puan Maharani yang menyampaikan duka mendalam. Ia menegaskan bahwa pengorbanan tersebut menunjukkan komitmen nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas kemanusiaan di bawah mandat internasional tetap memiliki risiko besar.

“Perang harus segera dihentikan! Sudah berapa banyak korban berjatuhan demi kekuasaan pihak-pihak tertentu. PBB harus berani bertindak tegas,” tegas Puan Maharani dikutip dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Jumat (3/4/2026).

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa negara berhak meminta pertanggungjawaban komunitas internasional demi menjamin perlindungan bagi setiap warga negara Indonesia yang bertugas di luar negeri.

Baca Juga: Teatrikal Jalan Salib Keliling Kampung di Mojokerto, Warga Lintas Agama Turut Terlibat

Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut ketiga prajurit TNI tersebut sebagai putra terbaik bangsa yang gugur saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia.

“Sudah selayaknya Negara memberikan penghargaan sebaik-baiknya atas pengorbanan mereka,” pungkas Puan.

Peristiwa yang menewaskan tiga prajurit TNI tersebut terjadi dalam dua insiden berbeda dalam rentang waktu 24 jam, yakni pada 29 dan 30 Maret 2026, di wilayah Lebanon Selatan yang tengah dilanda eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah.

Baca Juga: Orientasi Kepramukaan Kwarcab Mojokerto 2026 Sukses Digelar

Insiden pertama terjadi pada Minggu malam waktu setempat, saat markas pasukan perdamaian UNIFIL di Desa Achid Alqusayr diserang. Ledakan yang diduga berasal dari proyektil menghantam area pangkalan, menyebabkan satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka, baik berat maupun ringan.

Hari berikutnya, insiden kedua terjadi saat pasukan TNI yang tergabung dalam misi pengawalan konvoi logistik melintas di wilayah Bani Hayyan. Dalam perjalanan tersebut, kendaraan yang mereka tumpangi terkena ledakan di sisi jalan. Ledakan itu menewaskan dua prajurit TNI dan melukai dua lainnya, yang kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon untuk mendapatkan perawatan medis.

Secara keseluruhan, tiga prajurit TNI yang gugur dalam peristiwa ini adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Selain itu, lima prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat dua insiden tersebut.

Baca Juga: Diduga Tilap Duit Puluhan Calon Pengantin, Bos Wedding Organizer di Mojokerto Dipolisikan

Sementara itu, kondisi di Lebanon Selatan dikabarkan semakin memburuk akibat meningkatnya intensitas serangan lintas batas. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut situasi di lapangan berkembang cepat dan semakin berbahaya, termasuk bagi pasukan penjaga perdamaian.

Terkait penanganan korban, pemerintah Indonesia memastikan proses pemulangan jenazah dilakukan dengan baik. Tiga jenazah prajurit TNI telah diberangkatkan dari Beirut pada 3 April 2026 dan dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 4 April 2026 sore hari.

Jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di Lanud Halim Perdanakusuma setibanya di Indonesia, sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa mereka.  ASIKHA

 

Editor : Imron Arlado
tni gugur Puan Maharani pbb lebanon