Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sempat Dirumorkan Naik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil per 1 April 2026

Imron Arlado • Rabu, 1 April 2026 | 15:54 WIB
Ilustrasi BBM (sumber: Ahmad Musyadad Aminullah/Pinterest)
Ilustrasi BBM (sumber: Ahmad Musyadad Aminullah/Pinterest)

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Setelah ramai isu kenaikan harga BBM, akhirnya pemerintah menyampaikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan atau penyesuaian pada awal April 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi.

“Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” tegas Prasetyo dikutip dari berbagai sumber, Selasa (31/3/2026).

Dalam keterangannya, Prasetyo menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Ia juga memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman. Prasetyo juga menyampaikan, pemerintah menjamin ketersediaan BBM sehingga masyarakat tidak perlu khawatir apalagi panic buying.

Baca Juga: Istana Pastikan Harga BBM Tidak Naik di Bulan April 2026, Masyarakat Diminta Tenang

Pernyataan pemerintah ini kemudian diperkuat oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia menyebut bahwa DPR telah berkomunikasi dengan pemerintah dan memastikan bahwa harga BBM per 1 April 2026 tetap sama seperti sebelumnya. DPR juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tidak melakukan antre berlebihan, hingga menimbun BBM.

"Masyarakat tidak perlu panik, masyarakat tidak perlu melakukan antrean dan terlebih lagi melakukan penimbunan terhadap BBM," ujar Dasco dikutip dari CNBC Indonesia.

Menurut Dasco, pemerintah berkomitmen terus memantau kondisi di lapangan dan menjaga ketersedian BBM bagi masyarakat. Meski begitu, ia mengakui belum ada kepastian hingga kapan harga ini akan dipertahankan, namun yang jelas dari pemerintah menyatakan stok BBM saat ini dinilai masih cukup.

Baca Juga: KPK Fokus Awasi Tiga Sektor Rawan Korupsi

"Jadi kan kalau kita tanya sampai berapa lama kalau tanya saya saya belum tahu, mungkin pemerintah yang tahu tapi yang pasti pemerintah konsentrasi jaga itu. Saya tadi tanya sepertinya enggak, karena kalau menurut dari pihak pemerintah stok kita cukup," jelasnya.

Sebelumnya, isu kenaikan BBM ini menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kabar tersebut muncul seiring tekanan global, terutama akibat konflik geopolitik Iran dengan Amerika dan Israel yang mendorong harga minyak dunia menjadi naik.

Dikabarkan juga, harga minyak mentah sempat menembus di atas US$100 per barel, hal ini menjadi pemicu spekulasi bahwa harga BBM dalam negeri akan ikut naik.

Baca Juga: Jabatan Kepala SMA/SMK Negeri di Mojokerto Raya Dirombak

Selain itu, BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex diperkirakan mengalami kenaikan sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter. Faktor utamanya berasal dari tingginya harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta meningkatnya beban kompensasi energi  yang harus ditanggung pemerintah, analisis tersebut disampaikan oleh Bima Yudistira, Direktur Center of Economic and Law Studies. ASIKHA

Editor : Imron Arlado
#Harga BBM #bbm aman #pertamax #Pertamina Dex #bbm bersubsidi