Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fenomena Musim Pancaroba: Peralihan dari Musim Hujan ke Kemarau yang Perlu Diwaspadai!

Imron Arlado • Minggu, 29 Maret 2026 | 15:23 WIB
Fenomena pancaroba!
Fenomena pancaroba!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Musim pancaroba merupakan masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang biasanya terjadi setiap tahun di Indonesia.

Pada masa ini cuaca sering berubah-ubah dan sulit diprediksi, yang awalnya cuaca terasa panas, tetapi tiba-tiba turun hujan deras disertai angin kencang. Nah, saat ini Indonesia sedang memasuki periode pancaroba, jadi masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai dampak yang dapat terjadi.

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim hujan periode 2025/2026 diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar April 2026.

Dan sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau. Masa pancaroba ini sering terjadi pada bulan April hingga Mei sebelum musim kemarau benar-benar stabil.

Perubahan dari musim hujan ke musim kemarau tidak terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia. Peralihan musim akan terjadi secara bertahap, dimulai dari beberapa daerah dan kemudian menyebar ke wilayah lainnya.

Pada tahun 2026 ini, awal musim kemarau diperkirakan akan terjadi mulai bulan April, dan semakin meluas pada bulan Mei hingga Juni. Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang sedikit lebih cepat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Bahkan di sebagian wilayah diprediksi akan mengalami kemarau yang lebih panjang dan lebih kering. Jadi, masa pancaroba menjadi periode penting yang perlu diperhatikan sebagai tanda perubahan cuaca.

Baca Juga: Sepur Kelinci Rombongan Halalbihalal Terguling di Gondang Mojokerto, Satu Penumpang Tewas

Berikut ciri-ciri tanda yang sering terjadi saat musim pancaroba:

1. Hujan turun dengan tiba-tiba, meskipun sebelumnya cuaca cerah

2. Angin bertiup kencang, terutama di siang atau sore hari

3. Suhu udara yang terasa lebih panas pada siang hari

4. Petir dan badai yang tiba-tiba muncul

5. Awan cepat berubah menjadi hujan lebat

Musim pancaroba tidak hanya mempengaruhi cuaca, tetapi juga sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan perubahan cuaca yang tidak menentu dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Contohnya penyakit seperti flu, batuk, demam, dan infeksi saluran pernapasan.

Angin kencang dan hujan lebat juga dapat menyebabkan pohon tumbang, banjir di beberapa wilayah, sampai kerusakan pada bangunan ringan. Selain itu, cuaca yang berubah tiba-tiba dapat mengganggu perjalanan, baik di darat, laut, maupun udara, dan saat hujan deras dan angin kencang terjadi.

Masyarakat juga perlu bersiap menghadapi musim kemarau yang kemungkinan akan memiliki curah hujan lebih sedikit dari biasanya, sehingga risiko kekeringan dapat meningkat di beberapa daerah.

LULUS

Editor : Imron Arlado
#musim hujan ke kemarau #cuaca tidak menentu #fenomena cuaca #kewaspadaan masyarakat #peralihan musim #pancaroba