Selamat jalan Juwono Sudarsono. Jejak pengabdian dan pemikirannya untuk Indonesia akan terus dikenang. (AMINEF)JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kabar duka datang dari dunia pemerintahan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan RI, Juwono Sudarsono, meninggal dunia pada Sabtu (28/3) di usia 84 tahun.
Juwono mengembuskan napas terakhir pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kalangan akademisi dan pemerintahan yang pernah merasakan kontribusinya.
Dikenal sebagai sosok intelektual, Juwono Sudarsono memiliki perjalanan panjang yang tidak biasa. Ia bukan hanya seorang pejabat negara, tetapi juga akademisi yang aktif dalam pengembangan ilmu hubungan internasional di Indonesia.
Baca Juga: Legislatif Pertanyakan Kualitas Udara dan Air di Sekitar TPA Randegan Kota Mojokerto
Dikutip dari berbagai sumber, karier Juwono di pemerintahan mencerminkan kiprah lintas era. Juwono pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada masa akhir pemerintahan Presiden Soeharto. Ia kemudian dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden B. J. Habibie.
Pada periode berikutnya, di masa Presiden Abdurrahman Wahid, Juwono menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Ia menjadi salah satu tokoh penting dalam transisi reformasi, khususnya dalam upaya memperkuat peran sipil di sektor pertahanan.
Perannya semakin menonjol saat kembali dipercaya sebagai Menteri Pertahanan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004–2009. Dalam posisi tersebut, ia turut mendorong penguatan kebijakan pertahanan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan global.
Baca Juga: Mitigasi Bencana Alam di Masa Majapahit, Ancam Perusak Lingkungan dengan Hukuman Mati
Tak hanya di dalam negeri, Juwono juga pernah mengemban tugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris. Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam hubungan internasional, yang kemudian ia tuangkan dalam berbagai kebijakan dan pemikiran strategis.
Kepergian Juwono Sudarsono menjadi kehilangan besar bagi Indonesia. Sosoknya dikenal tidak hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai pemikir yang konsisten menjembatani dunia akademik dan praktik pemerintahan.
Jenazah almarhum rencananya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, setelah disemayamkan terlebih dahulu di Kementerian Pertahanan.
Baca Juga: Ketika THR Anak Jadi Kontroversi: Siapa yang Sebenarnya Berhak?
Warisan pemikiran dan kontribusinya di bidang pertahanan dan pendidikan akan dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan bangsa. RIRA
Editor : Imron Arlado