Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lebaran Ketupat 2026: Tradisi, Makna, dan Waktu Perayaannya di Indonesia

Imron Arlado • Jumat, 27 Maret 2026 | 20:36 WIB
Ketupat sebagai simbol Lebaran Keupat setelah Idul Fitri
Ketupat sebagai simbol Lebaran Keupat setelah Idul Fitri.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Lebaran Ketupat merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Indonesia yang masih lestari hingga kini, khususnya di wilayah Jawa. Perayaan ini biasanya dilaksanakan sekitar satu minggu setelah Idulfitri, tepatnya pada tanggal 8 Syawal dalam kalender Hijriah.

Tradisi ini erat kaitannya dengan kebiasaan umat Muslim yang menjalankan puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal. Setelah menyelesaikan puasa tersebut, masyarakat kemudian merayakannya dengan mengadakan kenduri atau makan bersama yang dikenal sebagai “kupatan”.

Hidangan utama dalam perayaan ini adalah ketupat, yaitu nasi yang dimasak dalam anyaman daun kelapa, disajikan bersama lauk seperti opor ayam, sayur santan, dan sambal goreng.

Baca Juga: Usai Lebaran, Ini Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2026

Lebaran Ketupat juga memiliki nilai sejarah yang kuat. Tradisi ini sering dikaitkan dengan dakwah Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penyebar Islam di tanah Jawa. Ia memperkenalkan ketupat sebagai simbol budaya yang sarat makna spiritual.

Kata “ketupat” diyakini berasal dari istilah “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan. Anyaman yang rumit melambangkan kesalahan manusia, sementara isi ketupat yang putih bersih mencerminkan hati yang telah kembali suci setelah saling memaafkan.

Selain makna filosofisnya, Lebaran Ketupat juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi. Masyarakat biasanya saling berbagi makanan dengan tetangga, kerabat, dan orang-orang di sekitar. Di beberapa daerah, tradisi ini bahkan diramaikan dengan acara khusus seperti arak-arakan, doa bersama, hingga festival kuliner.

Baca Juga: Menciptakan Lingkungan Aman bagi Anak dengan Epilepsi di Rumah

Pada tahun 2026, perayaan Lebaran Ketupat diperkirakan berlangsung pada 27 Maret jika mengikuti penetapan Muhammadiyah, yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.

Sementara itu, apabila merujuk pada keputusan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal pada 21 Maret 2026, maka Lebaran Ketupat akan dirayakan pada 28 Maret 2026. Perbedaan tanggal ini merupakan hal yang umum terjadi, karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah.

Di tengah perkembangan zaman, Lebaran Ketupat tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan kuliner, tetapi juga wujud nyata dari nilai kebersamaan, rasa syukur, dan semangat untuk saling memaafkan. SEPTIANA

 

Editor : Imron Arlado
#Lebaran Ketupat #Lebaran 2026 #ketupat lebaran #tradisi lebaran