JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pemerintah telah memastikan bahwa rencana pembelajaran daring atau online untuk siswa tidak akan diterapkan dalam waktu dekat.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah akan tetap dilakukan secara tatap muka seperti biasanya. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan pembahasan dan evaluasi bersama.
Kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yaitu Pratikno.
Ia menjelaskan bahwa saat ini pembelajaran daring belum diperlukan karena kondisi pendidikan masih memungkinkan untuk berjalan secara normal dengan sistem tatap muka.
Namun, sebelumnya pemerintah sempat mempertimbangkan penggunaan pembelajaran daring atau sistem campuran atau hybrid. Rencana tersebut muncul sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi tertentu, seperti potensi krisis energi global yang dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat.
Tetapi, setelah dilakukan pembahasan lebih lanjut, pemerintah telah menilai situasi saat ini belum membutuhkan perubahan sistem belajar secara besar-besaran di sekolah-sekolah di Indonesia.
Jadi, sekolah-sekolah akan tetap menjalankan kegiatan belajar secara langsung di kelas, karena pemerintah menilai metode tatap muka masih menjadi cara paling efektif untuk menjaga kualitas pendidikan dan memastikan siswa dapat memahami pelajaran secara optimal.
Simak beberapa alasan penting yang menjadi alasan dasar pemerintah dalam menghentikan rencana pembelajaran daring.
1. Menghindari Penurunan Kemampuan Belajar Siswa
Salah satu alasan utama yaitu untuk mencegah terjadinya penurunan kemampuan belajar siswa atau yang sering disebut learning loss.
Dari pengalaman selama masa pandemi telah menunjukkan bahwa pembelajaran daring memiliki keterbatasan, terutama dalam hal pemahaman materi, kedisiplinan belajar, dan interaksi antara guru dan siswa.
2. Menjaga Kualitas Pendidikan Tetap Baik
Pemerintah telah menilai bahwa pendidikan adalah layanan dasar yang sangat penting bagi masyarakat. Jadi, sistem pembelajaran harus berjalan secara optimal dan tidak menurunkan kualitas pendidikan.
3. Hasil Evaluasi dari Kondisi Nasional
Rencana pembelajaran daring sebelumnya berkaitan dengan upaya penghematan energi jika terjadi kondisi darurat. Tetapi, setelah dilakukan evaluasi, pemerintah menilai bahwa kondisi nasional saat ini masih stabil dan kegiatan sekolah dapat berjalan seperti biasa.
Dengan keputusan pemerintah ini dapat memberikan kepastian bagi sekolah, guru, siswa, dan orang tua mengenai sistem pembelajaran yang akan digunakan.
LULUS
Editor : Imron Arlado