Dari Rencana Daring ke Tetap Tatap Muka, Begini Respons Sekolah terhadap kelangkaan BBM

Imron Arlado • Dipublikasikan Kamis, 26 Maret 2026 | 16:54 WIB
Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, sekolah memutuskan untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, sekolah memutuskan untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sempat memunculkan wacana perubahan sistem pembelajaran di sejumlah daerah. Salah satu rencana yang mencuat adakah pengalihan sementara kegiatan belajar mengajar dari tatap muka ke sistem daring (online) sebagai Langkah penghemat mobilitas.

Namun, dalam perkembangannya, rencana tersebut tidak direalisasikan. Sekolah akhirnya tetap menjalankan pembelajaran tatap muka seperti biasa.

Kelangkaan BBM berdampak langsung pada aktivitas transportasi Masyarakat. Keterbatasan pasokan menyebabkan antrian panjang di SPBU serta meningkatnya biaya perjalanan. Kondisi ini berpotensi menghambat mobilitas sosial dan tenaga pendidik menuju sekolah.

Baca Juga: Tak Hanya Ardit Erwandha, Berikut Deretan Artis Ternama yang Terlibat dalam Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Sebagai bentuk antisipasi, muncul gagasan untuk menerapkan pembelajaran daring. Tujuannya di antaranya mengurangi penggunaan BBM untuk transportasi harian, menjaga kelancaran proses belajar di tengah keterbatasan energi dan memberikan fleksibilitas bagi siswa dan guru

Meski secara konsep pembelajaran daring tampak menjadi solusi, implementasinya tidak semudah yang dibayangkan. Setelah melalui pertimbangan, rencana tersebut akhirnya dibatalkan.

Beberapa faktor utama pembatalan antara lain:

1.      Keterbatasan Akses dan Infrastruktur

2.      Efektivitas Pembelajaran

3.      Beban Tambahan bagi Orang Tua

4.      Pertimbangan Jangka Pendek Kelangkaan BBM

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, sekolah memutuskan untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Keputusan ini diambil dengan alasan menjaga kualitas pembelajaran secara optimal, menghindari kesenjangan akses Pendidikan, serta memastikan interaksi langsung antara guru dan siswa tetap terjaga.

Baca Juga:  “Tunggu Aku Sukses Nanti” Hadir di Bioskop, Drama Komedi Relatable Tentang Tekanan Sosial Lebaran

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun generasi digital sudah akrab dengan teknologi, pembelajaran tatap muka masih menjadi pilihan utama dalam kondisi tertentu. Teknologi berperan sebagai pendukung, bukan pengganti sepenuhnya.

Keputusan untuk tetap menjalankan pembelajaran tatap muka menunjukkan bahwa stabilitas dan kualitas Pendidikan masih menjadi prioritas utama. Di sisi lain, peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapan sistem Pendidikan dalam menghadapi situasi darurat di masa depan.

NENSI

Editor : Imron Arlado
kelangkaan bbm pembelajaran daring tatap muka online sekolah bahan bakar minyak bbm