Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Belajar Daring Dibatalkan! Begini Alasan Pemerintah

Imron Arlado • 2026-03-26 16:52:46
untuk menghemat BBM, pemerintah melakukan pembelajaran secara daring
untuk menghemat BBM, pemerintah melakukan pembelajaran secara daring
JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pembelajaran daring sempat menjadi alternatif dalam dunia pendidikan kini kembali menjadi sorotan. Seiring banyaknya evaluasi yang menyoroti kurang efektifnya pembelajaran secara daring, kini muncul alasan yang tak kalah menarik perhatian.

Pemerintah melakukan kebijakan dalam menghemat bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini ternyata tidak hanya berdampak pada sektor transportasi dan ekonomi saja, melainkan juga mempengaruhi kebijakan di dunia pendidikan, termasuk dalam sistem pembelajaran di sekolah.

Baca Juga: Tak Hanya Ardit Erwandha, Berikut Deretan Artis Ternama yang Terlibat dalam Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah adalah menata ulang aktivitas yang berkaitan dengan mobilitas dan penggunaan energi. Dalam konteks ini, pembelajaran daring dianggap dapat mengurangi mobilitas.

 Namun, dibalik anggapan tersebut pembelajaran daring tidak sepenuhnya bebas dari penggunaan BBM. Aktivitas belajar dari rumah tetap bergantung pada BBM, contohnya seperti orang tua yang harus keluar rumah untuk mencari akses internet, sehingga penggunaan BBM tetap terjadi. Dan jika dilakukan secara jangka panjang, hal ini justru dinilai kurang efisien dalam mendukung upaya penghematan BBM secara menyeluruh.

Selain itu, efektivitas pembelajaran daring juga dipertanyakan. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi karena terbatasnya interaksi langsung dengan guru. Proses tanya jawab juga tidak berjalan maksimal serta kurangnya pendampingan membuat kualitas pembelajaran menjadi menurun. Kondisi ini diperparah dengan minimnya pengawasan, sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan disiplin.

Di sisi lain, para guru juga menghadapi tantangan tersendiri, tidak semua tenaga pendidikan terbiasa menggunakan teknologi dalam proses mengajar. Hal ini turut mempengaruhi kualitas pembelajaran yang diterima siswa.

Dengan berbagai kendala tersebut, pembelajaran daring akhirnya dianggap tidak lagi menjadi solusi yang efektif dalam jangka panjang. Banyak pihak mulai beralih ke sistem tatap muka yang dinilai lebih mampu mendukung interaksi, pemahaman materi, serta pengawasan secara langsung.

TISA

Editor : Imron Arlado
#penghematan #daring #tantangan #pembelajaran #bbm