JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pemudik yang melintasi wilayah Jawa Timur saat Lebaran 2026 diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi hingga 20 Maret 2026.
Kondisi ini dipicu oleh masa pancaroba yang berbarengan dengan gangguan atmosfer global. Situasi tersebut berpotensi memunculkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
Tak hanya itu, sejumlah bencana hidrometeorologi juga mengintai jalur mudik, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga potensi angin puting beliung dan hujan es di beberapa wilayah.
BMKG mencatat lebih dari 30 kabupaten dan kota di Jawa Timur berpotensi terdampak. Sejumlah daerah yang perlu diwaspadai di antaranya:
- Mojokerto
- Pacitan
- Jember
- Nganjuk
- Tuban
- Kediri
- Trenggalek
- Banyuwangi
- Ngawi
- Gresik
- Bangkalan
- Tulungagung
- Bondowoso
- Madiun
- Sidoarjo
- Sampang
- Blitar
- Situbondo
- Magetan
- Probolinggo
- Pamekasan
- Malang
- Bojonegoro
- Pasuruan
- Sumenep
- Lumajang
- Jombang
- Lamongan
- Surabaya
- Batu
- Kota Kediri
- Kota Blitar
- Kota Pasuruan
- Kota Probolinggo
Wilayah dengan kondisi geografis perbukitan dan pegunungan menjadi titik rawan, terutama terhadap longsor dan jalan licin yang dapat membahayakan pengendara.
Selain itu, fenomena pancaroba juga menyebabkan perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Pagi hari cenderung panas terik, namun sore hingga malam berpotensi terjadi hujan lebat secara tiba-tiba yang kerap disertai angin kencang dan petir.
Dengan kondisi tersebut, pemudik diimbau tidak hanya mempersiapkan kendaraan, tetapi juga memahami potensi cuaca selama perjalanan.
Tips Aman Mudik di Tengah Cuaca Ekstrem:
- Selalu cek prakiraan cuaca sebelum dan selama perjalanan
- Hindari berkendara saat hujan deras dengan jarak pandang terbatas
- Waspadai jalur perbukitan yang rawan longsor dan licin
- Jauhi area rawan banjir dan pohon tumbang
- Segera menepi dan istirahat di tempat aman jika cuaca memburuk
Masyarakat juga dihimbau untuk tetap menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan, mengingat perubahan cuaca ekstrem dapat menurunkan daya tahan tubuh. Kewaspadaan dan persiapan matang menjadi kunci agar perjalanan mudik tetap aman dan lancar. NESTI
Editor : Imron Arlado