Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Potensi Nyepi dan Malam Takbiran Bertepatan, Warga Bali Diajak Saling Toleransi

Imron Arlado • Rabu, 18 Maret 2026 | 17:35 WIB

 

Selamat Hari Nyepi
Selamat Hari Nyepi

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948 di Bali pada 2026 berpotensi bertepatan dengan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah. Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, sehingga malam takbiran berlangsung pada 19 Maret 2026.

Sementara itu, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) masih menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan pada 19 Maret 2026. Jika keputusan tersebut sama, maka malam takbiran akan berlangsung bersamaan dengan Hari Raya Nyepi di Bali.

Diketahui, Nyepi berlangsung mulai 19 Maret 2026 pukul 05.59 WITA hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Waktu tersebut beriringan dengan malam takbiran menjelang Idulfitri.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau warga Muhammadiyah di Bali untuk tidak menggelar takbir keliling pada malam Idulfitri tahun ini. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk toleransi kepada umat Hindu yang tengah menjalankan rangkaian Nyepi.

 

 

Menurut Haedar, umat Muslim di Bali diharapkan tidak melaksanakan takbiran dengan pengeras suara maupun kegiatan takbir keliling. "Toleransi untuk tidak melakukan takbir keliling yang menggunakan pengeras suara," ujarnya.

Ia menyarankan agar takbiran dilakukan secara sederhana di rumah masing-masing agar umat Hindu dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan khusyuk.

Ketua Badan Amil Zakat Nasiona (Baznas) Bali, Yunus Naim, mengimbau umat Muslim untuk menunaikan zakat fitrah lebih awal sebelum Nyepi. Pembayaran zakat sebaiknya dipercepat agar proses distribusi tidak berlangsung saat malam Nyepi.

“Kami imbau umat Muslim melakukan pembayaran zakat sesegera mungkin, apalagi mendekati momen Nyepi yang harus saling menghargai. Jangan sampai saat malam Nyepi nanti pendistribusian atau pembayaran masih berlangsung,” kata Yunus Naim di Denpasar, dikutip dari ANTARANews Bali.

 

 

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster juga menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif menjelang dua momentum keagamaan tersebut.

Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial di Denpasar pada Senin (16/3/2026), pemerintah daerah bersama tokoh agama mengeluarkan seruan bersama untuk menjaga kerukunan selama malam takbiran yang bertepatan dengan Nyepi.

Beberapa ketentuan yang disepakati antara lain:

Pemerintah berharap masyarakat dapat menjaga sikap saling menghormati agar kerukunan antarumat beragama di Bali tetap terjaga. PUTRI

Editor : Imron Arlado
#bali #toleransi agama #gubernur bali #idul fitri #Ketua Muhamammadiyah #nyepi #Nyepi dan Lebaran