Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Nyepi 2026, Bali Hening Total Selama 24 Jam

Imron Arlado • 2026-03-18 17:34:24

Bali sepi tanpa aktivitas saat Nyepi, menghadirkan suasana tenang dan penuh makna
Bali sepi tanpa aktivitas saat Nyepi, menghadirkan suasana tenang dan penuh makna

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pulau Bali akan mengalami hening total selama 24 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026. Umat Hindu memperingati Tahun Baru Saka dengan menghentikan hampir seluruh aktivitas, mulai pukul 06.00 WITA hingga keesokan harinya.

Sebagai salah satu hari libur nasional di Indonesia, pelaksanaan Nyepi membuat berbagai aktivitas di Bali, seperti perkantoran, sekolah, transportasi, hingga layanan publik, dihentikan sementara. Bandara dan kawasan wisata juga tidak beroperasi selama perayaan berlangsung.

Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka yang penuh makna bagi umat Hindu. berdasarkan Kalender Saka, sistem penanggalan tradisional Hindu yang berbeda dengan kalender Masehi, sehingga tanggal perayaannya berubah setiap tahun dan umumnya jatuh pada bulan Maret.

 

Baca Juga: Tren Make Up Soft Glamour Cocok Dipadukan dengan Berbagai Warna Busana

 

Selama Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian yang meliputi larangan menyalakan api atau lampu, bekerja, bepergian, serta menikmati hiburan. Suasana hening menyelimuti seluruh wilayah Bali, sementara pecalang berjaga untuk memastikan aturan dipatuhi.

Makna dan Tujuan Nyepi

Perayaan Nyepi dimaknai sebagai momen penyucian diri dan alam semesta. Dalam ajaran Hindu, konsep ini dikenal dengan keseimbangan antara Bhuana Agung (alam) dan Bhuana Alit (manusia). Dengan menghentikan aktivitas, umat Hindu memberi ruang bagi alam untuk beristirahat sekaligus melakukan introspeksi diri secara batiniah.

Filosofi Nyepi juga berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Melalui keheningan, umat Hindu berupaya mencapai keseimbangan tersebut.

 

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran di Mojokerto Raya Kian Terasa

 

Selain sebagai bentuk perenungan, Nyepi bertujuan menciptakan ketenangan lahir dan batin, serta menahan diri dari berbagai dorongan negatif. Momen ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kehidupan ke depan.

Sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan rangkaian upacara seperti Melasti dan pawai ogoh-ogoh. Setelahnya, perayaan dilanjutkan dengan Ngembak Geni sebagai momen untuk saling memaafkan dan memulai lembaran baru.

 

Baca Juga: Tren Make Up Lebaran, Soft Glam dan Natural Look Paling Pas

 

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, termasuk wisatawan, untuk menghormati pelaksanaan Nyepi agar perayaan dapat berlangsung aman dan khidmat. Dengan menjaga ketenangan selama 24 jam, diharapkan makna Nyepi sebagai momen introspeksi dan keseimbangan hidup dapat dirasakan secara utuh oleh seluruh umat Hindu di Bali. RICA

 

Editor : Imron Arlado
#umat hindu #bali #tahun baru saka #hari raya nyepi #tradisi bali