JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia kembali mempersiapkan tradisi yaitu berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) ke anak-anak, keluarga, dan tamu yang datang bersilaturahmi.
Tradisi tersebut sudah berlangsung sejak lama dan menjadi salah satu kebiasaan yang sangat identik dengan Lebaran. Agar terlihat lebih menarik saat dibagikan, sebagian orang memilih menyiapkan uang pecahan kecil yang baru.
Jadi, permintaan terhadap jasa penukaran uang baru biasanya meningkat cukup tajam di setiap kali bulan Ramadan dan saat mendekati Idul Fitri.
Meningkatnya permintaan tersebut terlihat dari ramainya masyarakat yang datang ke layanan penukaran uang, baik di bank, kas keliling, dan tempat penukaran resmi yang disediakan pemerintah.
Di Indonesia, kegiatan penukaran uang baru menjelang Lebaran difasilitasi oleh Bank Indonesia melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI).
Baca Juga: Dishub Jatim Bakal Perluas Trayek Bus Ijo
Program tersebut diadakan setiap tahun untuk memastikan masyarakat mendapatkan uang layak edar, terutama pecahan kecil seperti Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000 yang biasanya digunakan untuk membagikan THR.
Untuk mempermudah masyarakat, layanan penukaran uang tidak hanya tersedia di kantor bank, tetapi juga melalui berbagai lokasi lainnya seperti kas keliling, titik penukaran terpadu, dan tempat-tempat strategis yang mudah dijangkau.
Dengan tingginya minat masyarakat untuk menukarkan uang baru menjelang Lebaran menunjukkan bahwa tradisi berbagi THR masih sangat kuat hingga saat ini.
Selain menjadi simbol kebahagiaan setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, pemberian THR juga menjadi cara untuk mempererat hubungan keluarga dan menjaga kehangatan saat berkumpul di hari raya Idul Fitri.
LULUS
Editor : Imron Arlado