JAWA POS RADAR MOJOKERTO - PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku 1 Maret 2026. Penyesuaian ini diterapkan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Dalam keterangan resminya, Pertamina menyebutkan bahwa perubahan harga dilakukan untuk mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM.
"PT Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum," tulis Pertamina.
Rincian Harga BBM di SPBU Jawa Timur per 1 Maret 2026
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter, naik dari Rp11.800
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter, naik dari Rp12.700
- Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter, naik dari Rp12.450
- Dexlite (CN 51): Rp14.200 per liter, naik dari Rp13.250
- Pertamina Dex (CN 53): Rp14.500 per liter, naik dari Rp13.500
Baca Juga: Jelang Sidang Isbat 19 Maret, Simak Prediksi Lebaran 2026 dan Jadwal Libur Panjang
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan solar subsidi Rp6.800 per liter.
Di tengah kenaikan harga BBM, masyarakat dapat lebih bijak dalam penggunaan bahan bakar, terlebih menjelang musim mudik Lebaran. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat BBM di tengah kenaikan harga:
- Cek rutin tekanan angin ban sebelum melakukan perjalanan, ban yang kempes bikin mesin kerja lebih berat dan BBM jadi boros.
- Berkendara dengan halus dan hindari gas mendadak atau rem tiba-tiba. Tarikan pelan tapi stabil jauh lebih irit.
- Lakukan servis kendaraan secara berkala terutama saat akan mudik. Mesin yang terawat bikin pembakaran lebih optimal dan konsumsi BBM lebih efisien.
- Gunakan BBM sesuai spesifikasi mesin (rasio kompresi) biar tenaga pas dan nggak boros.
- Mengurangi beban barang berlebih, karena semakin berat mobil maka BBM makin cepat habis.
- Manfaatkan waktu perjalanan dengan baik dan hindari area macet, karena stop-and-go bikin konsumsi BBM naik drastis.
Dengan langkah-langkah tersebut, dapat membantu menjaga konsumsi BBM tetap efisien meski harga mengalami kenaikan. Dengan perawatan kendaraan dan pola berkendara yang tepat, konsumsi BBM menjadi lebih efisien serta perjalanan jarak jauh bisa tetap aman, nyaman, dan tidak memberatkan pengeluaran. PUTRI
Editor : Imron Arlado