Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cara Mencegah Penyebaran Campak di Lingkungan Rumah dan Sekolah: Panduan Penting Bagi Keluarga

Imron Arlado • Jumat, 6 Maret 2026 | 19:03 WIB

Cara mencegah penyebaran campak!
Cara mencegah penyebaran campak!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Penularannya sering terjadi melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Virus tersebut juga dapat masuk ke tubuh orang lain melalui pernapasan. Penyakit tersebut paling sering menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum memiliki kekebalan juga dapat tertular.

Karena tingkat penularannya sangat tinggi, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan serius, terutama di lingkungan rumah dan sekolah tempat anak-anak banyak melakukan interaksi.

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah campak yaitu memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. Vaksin yang digunakan biasanya adalah vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles-Mumps-Rubella).

Vaksin tersebut telah terbukti aman dan mampu melindungi anak dari penyakit campak. Di Indonesia, imunisasi campak biasanya diberikan pertama kali saat anak berusia sekitar 9 sampai 12 bulan.

Baca Juga: Tips Waktu Terbaik Minum Kopi saat Puasa

Setelah itu, anak akan mendapatkan dosis lanjutan atau booster sekitar usia 18 bulan. Ada juga imunisasi tambahan yang sering diberikan ketika anak masuk sekolah dasar, biasanya melalui program imunisasi di sekolah.

Langkah penting lainnya adalah dengan segera mengisolasi penderita campak. Jika ada anggota keluarga yang diduga atau sudah terdiagnosis campak, sebaiknya mengurangi kontak dengan orang lain untuk sementara waktu.

Dan anak yang sakit sebaiknya tidak pergi ke sekolah atau tempat umum sampai kondisinya membaik. Saat harus berinteraksi dengan orang lain, penderita dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan.

Dengan menjaga kebersihan juga menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit. Anak-anak perlu dibiasakan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas, sebelum makan, dan setelah batuk atau bersin.

Jika tidak tersedia air dan sabun, gunakan hand sanitizer karena juga bisa membantu menjaga kebersihan tangan. Anak juga perlu diajarkan etika batuk dan bersin yang benar, yaitu menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Dan tisu yang sudah digunakan sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah yang tertutup agar tidak menjadi sumber penyebaran virus.

Baca Juga: Merawat Harmoni, Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto Gelar Buka Bersama Ratusan Warga

Orang tua juga perlu memastikan anak mendapatkan makanan bergizi yang seimbang setiap hari. Konsumsi buah dan sayur wajib diperbanyak karena mengandung vitamin dan mineral yang membantu menjaga sistem imun.

Anak juga diwajibkan minum air yang cukup, beristirahat dengan waktu tidur yang cukup, serta melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur. Dengan gaya hidup yang sehat dapat membantu tubuh anak tetap kuat menghadapi berbagai penyakit menular.

Orang tua dan guru juga harus mengenali gejala campak sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Beberapa gejala awal yang sering muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah pada kulit.

Ruam tersebut biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jika anak menunjukkan gejala tersebut, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

LULUS

Editor : Imron Arlado
#pencegahan campak #vaksin mr #edukasi kesehatan #penyebaran #campak #gejala campak