JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kasus penyakit campak kembali menjadi sorotan di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir.
Penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi ini dilaporkan mengalami peningkatan kasus di sejumlah wilayah.
Para ahli kesehatan menyebutkan, meningkatnya kasus Campak dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari penurunan cakupan imunisasi hingga mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.
- Penyakit Lama yang Sangat Menular
Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Measles virus. Virus ini menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Gejala awal biasanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah pada kulit.
Menurut World Health Organization (WHO), campak termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia.
Satu orang penderita dapat menularkan virus kepada 9 dari 10 orang yang belum memiliki kekebalan.
Di masa lalu, program imunisasi berhasil menurunkan jumlah kasus secara signifikan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara kembali melaporkan lonjakan kasus.
- Faktor Penyebab Meningkatnya Kasus Campak
Para pakar kesehatan mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menyebabkan meningkatnya kasus campak, antara lain:
- Penurunan cakupan imunisasi
Salah satu penyebab utama adalah menurunnya angka imunisasi campak pada anak. Banyak anak yang tidak mendapatkan vaksin lengkap, sehingga kelompok rentan terhadap penularan menjadi lebih besar. - Dampak pandemi COVID-19
Selama pandemi COVID-19, banyak program imunisasi rutin yang tertunda atau terganggu. Hal ini menyebabkan sejumlah anak tidak mendapatkan vaksin tepat waktu. Akibatnya, populasi anak yang belum memiliki kekebalan terhadap campak meningkat. - Penyebaran informasi keliru tentang vaksin
Munculnya misinformasi atau hoaks mengenai vaksin juga menjadi salah satu faktor penghambat imunisasi. - Mobilitas dan perjalanan internasional
Perjalanan antarnegara yang semakin intensif juga mempermudah penyebaran virus. Seseorang yang terinfeksi dapat membawa virus ke wilayah yang sebelumnya memiliki kasus rendah.
Baca Juga: Patroli Ramadan, Satpol PP Kota Mojokerto Sidak Tiga Rumah Biliar
- Dampak dan Komplikasi Campak
Meski sering dianggap penyakit anak biasa, campak sebenarnya dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak kecil. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, radang otak, hingga kematian.
Menurut data WHO, campak masih menjadi salah satu penyebab kematian anak akibat penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin.
- Upaya Pengendalian dan Pencegahan
Pemerintah dan organisasi kesehatan global terus melakukan berbagai langkah untuk menekan peningkatan kasus campak. Beberapa upaya utama meliputi:
Penguatan program imunisasi rutin, pemerintah didorong untuk memastikan setiap anak mendapatkan vaksin campak sesuai jadwal.
Program imunisasi massal juga sering dilakukan untuk mengejar anak-anak yang belum divaksin.
Di Indonesia, upaya ini dijalankan melalui program imunisasi nasional yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kampanye edukasi masyarakat, edukasi mengenai pentingnya vaksinasi terus digencarkan untuk melawan hoaks dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.
Sistem surveilans penyakit
Pemantauan kasus secara aktif diperlukan untuk mendeteksi potensi wabah sejak dini sehingga dapat segera ditangani.
Kerja sama internasional
Karena penularannya dapat melintasi batas negara, pengendalian campak membutuhkan kerja sama global antar negara dan organisasi kesehatan dunia.
Para ahli menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian campak tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat.
Baca Juga: Puasa tanpa Sahur Berdampak bagi Kesehatan
Orang tua diharapkan memastikan anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan kesadaran masyarakat yang baik, penyebaran campak dapat kembali ditekan, bahkan berpotensi dieliminasi di banyak negara.
Jika langkah-langkah pencegahan ini terus diperkuat, para pakar optimistis kasus campak dapat kembali menurun dan tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas.
CINDY
Editor : Imron Arlado