Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman Meski Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz

Imron Arlado • Kamis, 5 Maret 2026 | 21:58 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada media di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (432026).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada media di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (432026).

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap aman meskipun dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) terjebak di Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai alternatif pasokan minyak untuk menjaga ketersediaan dalam negeri.

Bahlil menjelaskan bahwa saat ini dua kapal kargo minyak milik Pertamina masih berada di Selat Hormuz. Kapal tersebut untuk sementara bersandar guna mencari lokasi lebih aman, sambil menunggu proses negosiasi dan komunikasi dengan pihak terkait agar kapal dapat keluar dari wilayah tersebut dengan selamat.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” kata Bahlil dikutip dari Antara. 

Baca Juga: Bayang-Bayang kemarau 2026: Ancaman Kekeringan dan Krisis Air Menghantui Berbagai Wilayah

Menurutnya, situasi geopolitik memang sedang tidak stabil. Meski begitu, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar ketersediaan minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG) tetap terjaga.

“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman,” kata Bahlil.

Selain mengupayakan pembebasan kapal, pemerintah juga mencari sumber impor alternatif untuk menggantikan pasokan minyak yang biasanya melewati Selat Hormuz. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Kebijakan ini dilakukan secara bertahap karena keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak dalam negeri.

Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Kering dari Biasanya, Ini Dampaknya bagi Masyarakat

Sekitar 19 persen impor minyak Indonesia tercatat dari kawasan Timur Tengah atau melewati jalur Selat Hormuz, berdasarkan data Pertamina dan Kementerian ESDM. Karena itu, gangguan di jalur tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi nasional apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Sementara itu, pihak pertamina melalui perusahaan pelayaran energinya menyampaikan bahwa kondisi kapal terus dipantau secara real time. Tim armada juga melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan kapal dan awaknya.

“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Vega Pita Pjs Corporate Secretary PIS dikutip dari liputan 6.

Baca Juga: Kemarau Panjang Membayangi, Pemerintah dan Warga Bersiap Hadapi Dampaknya

Ketegangan di kawasan Selat Hormuz meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan jalur tersebut sebagai respons atas konflik militer dengan Amerika Serikat dan Israel. Bahkan, penasihat senior untuk panglima tertinggi IRGC, Ebrahim Jabari, memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintas akan dibakar oleh Garda Revolusi dan angkatan laut Iran. Jalur ini diketahui merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati wilayah tersebut. ASIKHA

 

Editor : Imron Arlado
#Selat Hormuz ditutup #pertamina #selat hormuz #iran