JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di berbagai penjuru dunia semakin meningkatkan ibadah. Momen ini menjadi waktu yang sangat istimewa karena diyakini terdapat Malam Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Dalam ajaran Islam, makam ini diyakini sebagai waktu turunnya Al-Quran dan menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk meraih ampunan, keberkahan, serta pahala yang berlipat ganda. Karena keistimewaannya tersebut, umat Muslim berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan.
Berbagai masjid tampak semakin ramai pada malam-malam tersebut. Banyak Jamaah yang melaksanakan salat malam atau Qiyamul Lail, membaca Al-Quran, berdzikir, hingga melakukan i'tikaf di masjid. I'tikaf sendiri merupakan ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Harga Cabai di Kota Mojokerto Kian Meroket, Begini Pantauan Tim Satgas Pangan
Tidak hanya di masjid, suasana ibadah juga terasa di rumah-rumah. Banyak keluarga memanfaatkan waktu malam dengan memperbanyak doa dan ibadah bersama. Orang tua juga mengajak anak-anak mereka ikut merasakan suasana spiritual yang khusyu di penghujung Ramadan.
Meski waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti, banyak ulama menganjurkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.
Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk terus meningkatkan ibadah sepanjang periode tersebut. Selain memperbanyak ibadah, momentum ini juga sering dimanfaatkan untuk memperbanyak sedekah dan melakukan berbagai kebaikan.
Semangat berbagi kepada sesama dianggap sebagai salah satu cara untuk meraih keberkahan ramadhan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi pengikat bagi umat Muslim bahwa bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga berkesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan dan memperbanyak amal kebaikan.
Dengan semangat spiritual yang semakin kuat menjelang akhir Ramadan, umat Muslim berharap dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar dan menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
NENSI
Editor : Imron Arlado