Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menjemput Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Imron Arlado • Kamis, 5 Maret 2026 | 19:51 WIB

Menjemput Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Menjemput Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Umati slam di seluruh dunia Tengah memasuki fase paling Istimewa dalam bulan suci ramadhan, yakni 10 malam terakhir yang diyakini sebagai waktu turunnya lailatul qadar.

Mlam yang di sebut dalam AL-Qur’an sebagai malam yang “lebih baik dari seribu bulan” ini menjadi momen penuh harap, doa, dan munajat kepada Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Qadr, dijelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an dan dipenuhi keberkahan serta ampunan. Para ulama menyebutkan bahwa malam tersebut dirahasiakan waktunya, namun diyakini berada di antara malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Meningkatkan Ibadah dan Introspeksi Diri

Di berbagai daerah, masjid-masjid dipadati Jamaah yang melaksanakan i'tikaf, shalat malam, tadarus Al-Qur’an, dan memperbanyak doa. Suasana khusyuk terasa lebih mendalam dibandingkan malam-malam sebelumnya. Umat muslim berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah dengan harapan dapat meraih kemuliaan lailatul qadar.

Selain ibadah ritual, momentum ini juga dimaknai sebagai waktu terbaik untuk introspeksi diri. Banyak umat Islam menjadikan malam-malam terakhir Ramadhan sebagai kesempatan memperbaiki hubungan dengan sesama, memohon ampunan, serta menata niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

 

Amalan yang Dianjurkan

Sejumlah amalan yang dianjurkan untuk mengisi malam lailatul qadar, diantaranya memperbanyak shalat malam (qiyamul lail), membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan membaca doa yang dianjurkan Rasulullah SAW. Salh satu doa yang srig dipanjatkan adalah permohonan ampunan  dan Rahmat kepada allah SWT.

Para tokoh agama juga mengingatkan agar umat tidak hanya fokus mencari tanda-tanda fisik lailatul qadar, melainkan lebih menekankan pada kesungguhan dalam beribadah dan keikhlasan hati.

Momentum Perubahan Diri

Lailatul qadar bukan sekedar malam yang dinanti, tetapi juga momentum perubahan diri. Nilai “lebih dari seribu bulan” menjadi pengingat bahwa satu malam yang dipenuhi dan keikhlasan dapat membawa dampak besar dalam kehidupan seorang muslim.

Dengan semangat kebersamaan dan ketulusan, umat islam berharap dapat menjemput malam penuh kemuliaan ini dengan hati yang bersih dan tekad untuk melanjutkan kebaikan, bahkan setelah ramadhan berakhir.

JATI

 

Editor : Imron Arlado
#malam lailatul qadar #Suci #malam penuh kemuliaan #lailatul qadar #2026