Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Luruskan Isu Stok BBM Hanya Aman 20 hari, Begini Penjelasan Bahlil

Imron Arlado • Rabu, 4 Maret 2026 | 19:08 WIB

Luruskan pernyataan
Luruskan pernyataan

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengenai stok bahan bakar minyak (BBM) pada Selasa (3/3) sempat memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, ia menyampaikan bahwa stok BBM nasional masih cukup 20 hari. “Stok BBM masih cukup untuk 20 hari,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sontak memunculkan beragam spekulasi masyarakat. Apalagi, situasi geopolitik global tengah memanas. Serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat disebut memicu langkah Iran menutup operasional Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia menuju kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Bahlil Lahadalia kemudian meluruskan kembali isu yang beredar terkait stok BBM cukup untuk 20 hari. Ia menegaskan bahwa maksud 20 hari itu bukanlah indikator krisis, melainkan kapasitas penyimpanan (daya tampung) yang dimiliki Indonesia.

“Sejak dulu kemampuan storage kita memang berkisar 21 sampai 25 hari. Itu bukan kondisi darurat,” jelasnya Rabu (4/2).

 

Baca Juga: Polisi Kerahkan Anjing Pelacak K9 Telusuri Jejak Pelaku Perampokan Berdarah di Bekasi

Berdasarkan catatan dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN), rata-rata ketahanan stok BBM nasional tercatat di angka 22–23 hari. Sementara, standar minimal daya tampung berada di kisaran 20–21 hari, dengan batas maksimal penyimpanan sekitar 25 hari.

Jadi, keterbatasan stok bukan disebabkan karena pemerintah tak menyediakan pasokan, tetapi kapasitas tangki penyimpanan yang saat ini belum bisa menampung lebih banyak cadangan BBM.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan utama terletak pada keterbatasan infrastruktur penyimpanan, bukan pada ketersediaan pasokan energi.

Lanjut Bahlil, pemerintah di bawah arahan Prabowo Subianto juga tengah mempercepat pembangunan fasilitas storage guna memperkuat ketahanan cadangan energi dalam menghadapi dinamika geopolitik dan fluktuasi pasokan energi global.

"Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Insyaallah rencana penyimpanan sampai dengan 3 bulan," ujarnya, dikutip dari ANTARANews.

Oleh karena itu, ia meminta agar pemberitaan mengenai stok BBM di Indonesia tidak menimbulkan kesalahpahaman masyarakat di tengah konflik militer yang tengah terjadi. PUTRI

Editor : Imron Arlado
#ketahanan energi #stok bbm #esdm #bahlil #perang iran #bbm