JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Eskalasi Konflik di Timur Tengah, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi global. Jika Selat Hormuz sampai ditutup, berdampaknya bisa langsung pada harga minyak, distribusi energi, hingga stabilitas ekonomi Indonesia.
Konflik yang melibatkan Iran dan Israel dengan dinamika dukungan dari Amerika Serikat (AS) membuat jalur pelayaran minyak dunia berada dalam tekanan. Selat Hormuz diketahui menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak dan juga gas global.
Jika pasokan terganggu, harga minyak dunia berpotensi melonjak. Indonesia sebagai negara pengimpor energi ikut terdampak. Kenaikan harga minyak bisa memicu tekanan inflasi di dalam negeri.
Inflasi Mengintai
Harga minyak yang meningkat akan menjadi salah satu pendorong utama inflasi di Indonesia. Dampaknya tidak hanya pada harga BBM, tetapi juga transportasi, distribusi barang, dan harga kebutuhan pokok. Kenaikan biaya logistik akan memicu kenaikan harga barang konsumsi sehari-hari.
Masyarakat berpendapatan rendah akan menjadi kelompok yang paling terdampak karena porsi pengeluaran mereka untuk kebutuhan pokok relatif lebih besar.
Nilai Tukar Rupiah Tertekan
Kenaikan harga minyak berarti meningkatnya kebutuhan devisa untuk membayar impor energi. Permintaan dolar AS naik, dan ini dapat menekan nilai tukar rupiah.
Pelemahan rupiah pada gilirannya membuat harga barang impor semakin mahal dan memperbesar tekanan inflasi. Efek berantai ini dapat memperburuk stabilitas ekonomi makro.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih aman untuk 20 hari kedepan.
"Masih cukup 20 hari," kata Bahlil singkat, ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026) dikutip dari detikfinance.
Meski demikian, pengamat ekonomi menilai pemerintah tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat ketahanan energi nasional jika konflik berlangsung lebih lama.
Gejolak di Timur Tengah memang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia. Namun dalam era ekonomi global yang saling terhubung, dampaknya bisa menjalar hingga ke pasar tradisional dan sektor usaha kecil di daerah. NESTI
Editor : Imron Arlado