Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Awal Ramadan dengan Keindahan Langit Malam

Imron Arlado • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:14 WIB

Gerhana bulan total 3 Maret 2026!
Gerhana bulan total 3 Maret 2026!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Fenomena Gerhana Bulan Total di tanggak 3 Maret 2026 menjadi salah satu peristiwa langit yang paling dinantikan di tahun 2026.

Peristiwa tersebut bertepatan dengan pertengahan bulan Ramadan 1447 Hijriah atau sekitar 14 Ramadan, sehingga menghadirkan suasana yang istimewa bagi masyarakat, khususnya umat Islam.

Selain menjadi fenomena astronomi yang menarik, momen tersebut juga memiliki nilai spiritual karena terjadi di bulan suci yang identik dengan refleksi dan peningkatan ibadah.

Secara ilmiah, gerhana bulan total terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Posisi tersebut membuat bayangan inti Bumi atau umbra menutupi seluruh permukaan Bulan.

Saat sudah memasuki fase total, Bulan tidak benar-benar menghilang, melainkan berubah warna menjadi kemerahan. Fenomena tersebut seringkali disebut sebagai “Blood Moon”.

Warna merah tersebut muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dan mengalami pembiasan. Atmosfer menyaring cahaya biru dan menyisakan cahaya merah yang kemudian jatuh ke permukaan Bulan, sehingga Bulan tampak berwarna merah.

Berdasarkan data astronomi internasional yang telah dirilis oleh NASA dan laman pemantau waktu global Time and Date, gerhana tersebut memiliki beberapa tahapan penting.

Pertama fase penumbra dimulai sekitar pukul 08.44 UTC, kemudian fase sebagian pada 09.50 UTC. Selanjutnya fase total dimulai sekitar 11.04 UTC dan berakhir pada 12.02 UTC, sehingga totalitas berlangsung kurang lebih 58 menit. Seluruh rangkaian gerhana, dari awal hingga akhir, berlangsung sekitar 5 jam 39 menit dan berakhir sekitar 14.23 UTC.

Untuk di wilayah Indonesia, informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika telah menyebutkan bahwa gerhana tersebut dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia selama kondisi cuaca mendukung.

Dalam waktu Indonesia Barat, fase penumbra mulai sekitar pukul 15.42 WIB. Dan Fase total dimulai sekitar 18.03 WIB, dengan puncak gerhana sekitar 18.33 WIB, lalu berakhir pada 19.03 WIB.

Seluruh proses gerhana selesai sekitar pukul 20.17 WIB. Waktu di wilayah Indonesia Tengah dan Timur menyesuaikan dengan perbedaan zona waktunya masing-masing.

Dari sisi pengamatan, gerhana bulan total aman dilihat dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Tetapi, penggunaan binokular atau teleskop kecil dapat membantu melihat detail permukaan Bulan dan perubahan warnanya dengan lebih jelas.

Baca Juga: Sunrise Hotel Mojokerto Beri Surprise Kue Ultah dan Ucapan Doa HUT ke-25 Jawa Pos Radar Mojokerto

Untuk hasil pengamatan terbaik, disarankan memilih lokasi yang terbuka, minim polusi cahaya, dan tidak terhalang oleh bangunan atau pepohonan yang tinggi.

Karena gerhana bulan ini berlangsung di bulan Ramadan, sebagian kalangan mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai momen perenungan atas kebesaran ciptaan Tuhan.

Dalam ajaran agama Islam, saat terjadi gerhana dianjurkan melaksanakan salat gerhana atau salat khusuf. Jadi, selain menikmati keindahan langit malam, umat Islam juga dapat mengisinya dengan ibadah dan doa.

Jadi, dengan durasi totalitas hampir satu jam dan warna merah khas yang muncul saat puncak gerhana, fenomena tersebut telah menghadirkan pemandangan langit malam yang indah dan menjadi momen spiritual yang berkesan di bulan Ramadan.

LULUS

Editor : Imron Arlado
#peristiwa langit malam ini #saat ramadan #gerhana bulan #gerhana 3 maret #fenomena astronomi #Blood Moon 2026