JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 februari 2026 telah memicu gelombang kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional, dan menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik berskala lebih luas di timur Tengah.
Operasi militer yang dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur penting di iran juga menyebabkan korban sipil, termasuk puluhan pelajar di sekolah putri, menurut otoritas iran.
Kecaman dari PBB dan Organisasi Internasional
– Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk eskalasi militer ini dan menyatakan bahwa penggunaan kekuatan tersebut “mengancam perdamaian dan keamanan internasional.” PBB menyerukan penghentian segera permusuhan dan de-eskalasi konflik melalui jalur diplomasi.
– Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memperingatkan bahwa konflik ini bisa memicu reaksi berantai yang “berpotensi menghancurkan nyawa warga sipil.”
Respons Negara-Negara Dunia
Reaksi terhadap serangan tersebut sangat beragam
- Malaysia mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan ini, menyebut tindakan militer tersebut sebagai pelanggaran terhadap prinsip kedaulatan dan hukum internasional serta menyerukan perdamaian.
- Rusia mengecam serangan sebagai “tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan” dan mempertanyakan legalitasnya, serta menyerukan penghentian kekerasan.
- Uni Eropa menyatakan keprihatinan serius atas serangan ini dan mendesak semua pihak untuk menjaga agar konflik tidak berkembang lebih luas.
- India dan beberapa negara lain menyerukan pembatasan konflik dan prioritas keselamatan warga sipil serta kembali membuka ruang negosiasi diplomatik.
Kecaman dari Pemerintah Iran
Pemerintah iran mengecam keras serangan itu sebagai “pelanggaran kedaulatan nasional” dan merupakan “ agresi yang tidak bisa dibenarkan.” Kedubes iran di Indonesia bahkan meminta pihak Indonesia dan komunitas internasional untuk menyatakan posisi tegas terhadap serangan yang dinilai membahayakan stabilitas regional tersebut.
Dampak konflik in masih terus berkembang, dengan banyak negara yang menyerukan agar semua pihak segera mengakhiri kekerasan dan memilih jalur dialog demi menghindari perang yang lebih luas di Kawasan.
JATI
Editor : Imron Arlado