JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Lebaran selalu identik dengan meja yang dipenuhi oleh toples berisi aneka kue. Di balik setiap toples tersimpan cerita dan kenangan masa kecil yang tak terlupakan. Kue dan camilan tradisional tempo dulu bukan hanya sekedar suguhan, tetapi juga simbol kehangatan dan kebersamaan keluarga saat hari raya tiba.
Salah satu kue paling ikonik adalah nastar, kue ini berisi selai nanas dan hampir tak pernah absen dari perayaan lebaran. Selain nastar, ada juga kastengel, kue kering dengan cita rasa gurih keju yang khas dan tekstur renyah yang menggoda.
Tak kalah populer adalah putri salju, kue dengan bentuk bulan sabit berbalut gula halus yang manis. Setiap gigitan menghadirkan sensasi lumer di mulut, kemudian ada kue serimpit dengan bentuk bunga yang cantik dan memiliki rasa manis.
Tak hanya kue kering, camilan tradisional seperti rengginang juga kerap hadir sebagai pelengkap. Rasanya yang gurih menciptakan perpaduan rasa yang pas untuk dinikmati saat lebaran.
Baca Juga: Perkuat Transformasi Digital JKN, FKTP Mojokerto Terima Penghargaan Bintang 3 dari BPJS Kesehatan
Selain rengginang, ada pula kue kacang yang wajib menjadi sajian, aroma kue kacang yang harum berpadu dengan rasa manis dan lembut membuat kue ini selalu dirindukan banyak orang. Bentuknya sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri, mengingat suasana lebaran tempo dulu yang hangat dan penuh kesederhanaan.
Tak jarang pula, toples di meja tamu diisi dengan lidah kucing yang tipis dan renyah. Kue ini digemari karena rasanya ringan dan tidak terlalu manis, sehingga cocok dinikmati berulang kali sambil berbincang bersama dengan keluarga. Sementara itu, sebagian keluarga juga masih mempertahankan tradisi menyajikan dodol atau wajik sebagai pelengkap hidangan khas hari raya.
Kebersamaan kue dan camilan tersebut menciptakan rasa harmonis di setiap rumah. Ada rasa manis, gurih, hingga legit semuanya menyatu dalam suasana silaturahmi yang hangat. Momen menyuguhkan kue kepada tamu bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan dan kebahagiaan karena dapat berbagi di hari yang suci.
TISA
Editor : Imron Arlado