Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cahaya Suci yang Tak Pernah Padam: Keagungan Masjidil Haram yang Selalu Dirindukan Umat

Imron Arlado • Rabu, 25 Februari 2026 | 20:22 WIB

Masjidil Haram terus mengalami perluasan tanpa mengurangi kesakralannya
Masjidil Haram terus mengalami perluasan tanpa mengurangi kesakralannya

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Masjidil Haram bukan sekadar bangunan megah di kota Makkah. Ia adalah pusat spiritual umat Islam di seluruh dunia, tempat jutaan hati bersatu dalam doa dan sujud yang sama.

Setiap tahun, jutaan Muslim datang dengan satu kerinduan, menatap Ka’bah secara langsung dan merasakan getaran iman yang sulit diungkap dengan kata-kata.

Sebagai masjid terbesar di dunia, Masjidil Haram menjadi kiblat bagi lebih dari satu miliar Muslim. Dari sinilah arah salat ditentukan menjuju Ka’bah, bangunan suci yang diyakini dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail atas perintah Allah.

Setiap detik, di berbagai penjuru bumi, jutaan orang menghadap ke arah  yang sama. Ikatan spiritual ini menjadian masjidil Haram bukan hanya pusat geografis tetapi juga pusat persatuan umat.

Baca Juga: Desa Randegan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Fasilitasi UMKM dengan Bazar Takjil Ramadan Sebulan Penuh

Seiring bertambahnya jumlah jemaah haji dan umrah, Masjidil Haram terus mengalami perluasan tanpa mengurangi kesakralannya. Pemerintah Arab Saudi melakukan berbagai pengembangan besar untuk menampung jutaam jemaah, termasuk perluasan area tawaf, pembangunan lantai tambahan, serta fasilitas modern yang menunjang kenyamanan ibadah.

Meski mengalami banyak perubahan secara fisik, suasana khusyuk dan sakral tetap terasa. Hamparan marmer putih yang luas, lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan lautan manusia berpakaian ihram menciptakan pemandangan yang begitu menggetarkan jiwa.

Masjidil Haram menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Islam. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima berbagai ujian dan kemenangan dalam menyebarkan ajaran Islam. Setiap sudutnya menyimpan nilai historis yang mendalam.

Tak hanya itu, area di sekitar Masjidil Haram juga memiliki tempat-tempat penting seperti sumur Zamzam dan Maqam Ibrahim. Semua menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang sarat makna spiritual.

Bagi mereka yang pernah menginjakkan kaki di sana, Masjidil Haram meninggalkan kesan yang sulit dilupakan. Rasa haru saat pertama kali melihat Ka'bah, air mata yang jatuh tanpa terasa ketika berdoa, hingga ketenangan luar biasa saat berada di tengah ribuan Jemaah semuanya menjadi kenangan yang terus hidup.

Sementara bagi yang belum pernah datang, Masjidil Haram adalah impian yang selalu disebut dalam doa. Kerinduan itu tumbuh dari cerita, dari tayangan, dan dari keyakinan bahwa suatu hari Allah akan memanggil setiap hamba-Nya ke rumah suci tersebut.

NENSI

Editor : Imron Arlado
#Ka'bah #salat #masjid terbesar #ibadah #masjid #masjidil haram