Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Masjid Agung Sang Cipta Rasa: Jejak Wali Songo dan Simbol Kejayaan Islam di Cirebon

Imron Arlado • Rabu, 25 Februari 2026 | 20:22 WIB

Masjid Agung Sang Cipta Rasa: Jejak Wali Songo dan Simbol Kejayaan Islam di Cirebon
Masjid Agung Sang Cipta Rasa: Jejak Wali Songo dan Simbol Kejayaan Islam di Cirebon

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di jantung Kota Cirebon, berdiri kokoh sebuah bangunan yang bukan sekadar tempat ibadah, melainkan saksi hidup perjalanan panjang sejarah Islam di Tanah Jawa. Masjid Agung Sang Cipta Rasa menjadi simbol perpaduan spiritualitas, budaya, dan peradaban yang terus terjaga hingga kini.

Dibangun pada Era Kesultanan Cirebon

Masjid ini diyakini berdiri sekitar abad ke-15, pada masa awal perkembangan Kesultanan Cirebon. Pendirian masjid dikaitkan erat dengan peran Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa. Konon, pembangunan masjid ini juga melibatkan para wali lainnya, sehingga menjadikannya sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam pada masa itu.

Nama “Sang Cipta Rasa” sendiri memiliki makna mendalam. “Cipta” melambangkan niat atau pikiran, sementara “Rasa” menggambarkan hati dan perasaan. Filosofi ini mencerminkan keseimbangan antara akal dan hati dalam menjalankan kehidupan beragama.

Arsitektur yang Sarat Makna

Keunikan Masjid Agung Sang Cipta Rasa terlihat jelas dari arsitekturnya yang masih mempertahankan bentuk asli. Atapnya berbentuk tumpang tiga, ciri khas arsitektur Jawa kuno yang melambangkan tingkatan spiritual. Dinding bata merah tanpa plester memberikan kesan klasik dan sederhana, namun tetap megah.

Di bagian dalam, pilar-pilar kayu jati berdiri kokoh menopang struktur bangunan. Tiang-tiang ini bukan hanya elemen konstruksi, tetapi juga simbol kekuatan dan keteguhan iman. Mihrab dan mimbar dihiasi ukiran klasik dengan sentuhan seni Islam dan budaya lokal, mencerminkan akulturasi yang harmonis antara tradisi Jawa dan nilai-nilai Islam.

Menariknya, masjid ini memiliki pembagian ruang yang unik. Terdapat area khusus yang dahulu diperuntukkan bagi keluarga keraton, mengingat letaknya yang berada di kompleks Kesultanan Cirebon. Hal ini menegaskan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus bagian penting dari struktur pemerintahan kerajaan.

Pusat Ibadah dan Wisata Religi

Hingga saat ini, Masjid Agung Sang Cipta Rasa tetap menjadi pusat ibadah masyarakat Cirebon. Setiap hari, jamaah datang untuk melaksanakan salat lima waktu, pengajian, hingga kegiatan keagamaan lainnya. Pada bulan Ramadan, suasana masjid semakin hidup dengan kegiatan buka puasa bersama, tarawih, dan tadarus Al-Qur’an.

 

 

Tak hanya itu, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat langsung jejak sejarah penyebaran Islam di Jawa Barat, sekaligus merasakan atmosfer spiritual yang begitu kuat.

Menjaga Warisan untuk Generasi Mendatang

Sebagai bangunan bersejarah, Masjid Agung Sang Cipta Rasa terus mendapatkan perhatian dalam hal pelestarian. Perawatan dilakukan dengan tetap mempertahankan keaslian bentuk dan materialnya. Upaya ini penting agar nilai historis dan budaya yang melekat pada masjid tidak hilang oleh perubahan zaman.

Keberadaan masjid ini menjadi pengingat bahwa perkembangan Islam di Nusantara tidak terlepas dari pendekatan budaya dan kearifan lokal. Perpaduan arsitektur Jawa, sentuhan seni Islam, serta nilai spiritual yang mendalam menjadikan masjid ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Cirebon.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah bukti bahwa sejarah dan keimanan dapat berjalan berdampingan. Di tengah modernisasi kota, masjid ini tetap berdiri anggun, menghubungkan masa lalu dengan masa kini, serta menginspirasi generasi mendatang untuk terus menjaga warisan budaya dan spiritual bangsa.

JATI

Editor : Imron Arlado
#sunan gunung jati #cirebon #jejak walisongo #2026 #kejayaan islam #Masjid Agung Sang Cipta Rasa