JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Polisi terus bergerak mendalami penyebab kematian tragis seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun berinisial NS di Sukabumi, Jawa Barat.
Korban yang merupakan seorang santri tersebut meninggal dunia pada Kamis (19/2) malam dengan kondisi fisik yang memprihatinkan, sehingga memicu penyelidikan mendalam terkait dugaan kekerasan.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi menanggapi serius laporan serta informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Baca Juga: Digembleng Manasik, Kemenhaj Ingatkan CJH Menjaga Fisik
Sebagai langkah pembuktian secara ilmiah, tim medis dan kepolisian telah melaksanakan proses autopsi terhadap jenazah korban pada Sabtu (21/2) pagi.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil resmi dari tim dokter forensik.
Hasil autopsi tersebut akan menjadi kunci utama untuk memastikan apakah luka lebam serta luka lainnya yang ditemukan pada tubuh korban memiliki kaitan langsung dengan penyebab kematian NS.
Sebelumnya, kasus ini sempat menjadi sorotan luas di media sosial setelah video kondisi terakhir korban saat dirawat di rumah sakit viral. Dalam rekaman itu, terlihat kondisi fisik korban yang mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh.
Muncul dugaan di tengah masyarakat bahwa NS menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya, namun pihak kepolisian menegaskan bahwa segala kemungkinan masih dalam tahap penyelidikan.
Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan menelusuri bukti-bukti di lapangan. Kasus ini menjadi perhatian khusus karena menyangkut perlindungan anak dan dugaan pelanggaran Undang-Undang KDRT.
Baca Juga: Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Sambungkan Akses ke Segala Penjuru
Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil penyidikan resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi. RICA
Editor : Imron Arlado