JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Bulan Ramadan sering kali membuat pola hidup masyarakat ikut bergeser. Waktu istirahat menjadi lebih singkat, sementara aktivitas harian tetap berjalan seperti biasa. Dalam kondisi tersebut, sahur bukan sekadar rutinitas melainkan bagian dari gaya hidup yang menentukan kualitas puasa.
Menariknya, menu sahur tidak harus disajikan dengan lauk beragam atau makanan berat. Menu sederhana dengan komposisi seimbang antara protein, serat, dan karbohidrat kompleks dinilai lebih efektif menjaga rasa kenyang, menstabilkan gula darah, serta membantu tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.
Agar sahur mampu memberi manfaat maksimal selama puasa, perlu memperhatikan kesimbangan gizi pada pemilihan makanan sebagai berikut:
- Pilih Karbohidrat Kompleks: karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, kentang, atau ubi dapat membuat energi bertahan lebih lama dan gula darah lebih stabil.
- Perbanyak Asupan Serat: serat yang terkandung pada sayuran hijau dan buah-buahan berperan penting menjaga pencernaan, membantu mencegah sembelit serta memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
- Lengkapi dengan Protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, dan tempe juga dapat membantu menjaga massa otot serta memberi energi berkelanjutan. Kandungan protein ini membuat perut terasa kenyang lebih lama.
- Cukupi Kebutuhan Cairan: minum air putih saat sahur perlu diperhatikan untuk mencegah dehidrasi. Konsumsi air secara bertahap lebih dianjurkan agar tubuh menyerap cairan dengan optimal. Hindari minuman berkafein karena dapat memicu rasa haus lebih cepat.
Adapun beberapa rekomendasi menu sahur yang mampu menjaga rasa kenyang lebih lama. Menu sahur sederhana tersebut cukup beragam dan mudah disesuaikan dengan stok di rumah.
Pilihan umum seperti nasi putih dengan telur rebus, telur dadar, tempe goreng, tahu bacem, ayam suwir, ikan pindang, ikan tongkol, atau semur telur masih menjadi andalan. Lauk tersebut juga bisa dilengkapi dengan tumis bayam, tumis buncis wortel, sayur bening, sayur asem, sayur lodeh, sup ayam, maupun sup sayur.
Selain nasi putih, nasi merah juga menjadi alternatif menu sahur yang banyak dipilih. Nasi merah kerap dipadukan dengan ayam panggang, tempe orek, telur ceplok, tumis tahu, atau capcay.
Sementara itu, pilihan sahur tanpa nasi meliputi oatmeal gurih dengan telur, tempe, ayam suwir, sayur, atau pisang, serta kentang rebus, ubi rebus, dan singkong rebus yang dikombinasikan dengan telur dadar, tempe, ayam suwir, atau kelapa parut.
Menu sahur ringan lainnya antara lain roti gandum dengan telur, selai kacang, pisang, keju, atau telur orak-arik, bubur nasi, bubur ayam sederhana, bubur kacang hijau, dan bubur oat.
Sebagai pelengkap, sahur juga dapat disertai kurma dengan susu, yoghurt, atau air hangat, serta smoothie sederhana seperti smoothie pisang, kurma, dan susu oat. PUTRI
Editor : Imron Arlado