JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menjalani aktivitas kerja yang produktif selama bulan puasa menjadi tantangan tersendiri, terutama saat energi tubuh menurun seiring berjalannya hari.
Tetapi, dengan pengelolaan energi dan waktu yang tepat, performa kerja bisa optimal tanpa mengorbankan kesehatan maupun ibadah. Salah satu langkah penting yaitu menyesuaikan jadwal kerja dengan ritme energi tubuh kita.
Energi biasanya lebih tinggi di pagi hari setelah sahur dan mulai menurun menjelang sore, sehingga tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi alangkah baiknya dikerjakan di pagi sampai di pertengahan hari.
Dengan demikian, pekerjaan yang lebih ringan dapat dilakukan saat energi mulai menurun. Karena perencanaan harian sangat membantu dalam menjaga fokus kerja.
Dapat dimulai dari membuat daftar prioritas tugas sebelum memulai aktivitas, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dan efisien. Dan disertai istirahat singkat sangat dapat membantu menjaga konsentrasi sekaligus mencegah kelelahan.
Selain pengaturan waktu, asupan nutrisi saat sahur dan berbuka juga berperan besar dalam menjaga stamina sepanjang hari. Wajib mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti gandum utuh atau oatmeal karena membantu menyediakan energi secara bertahap.
Dapat diimbangi dengan protein dari telur, yogurt, atau kacang-kacangan karena dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Buah dan sayuran yang kaya air juga penting dikonsumsi untuk membantu menjaga hidrasi tubuh.
Makanan yang terlalu manis, berminyak, atau asin sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan tubuh cepat lemas dan mudah haus. Dan kecukupan cairan juga sangat penting karena dehidrasi dapat menurunkan konsentrasi dan performa kognitif.
Jadi, sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairan sekitar delapan sampai sepuluh gelas air antara waktu berbuka hingga sahur dan membatasi konsumsi minuman berkafein tinggi dan berlebihan karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh.
Kualitas istirahat juga harus diperhatikan karena menjadi faktor penentu dalam menjaga performa kerja selama puasa. Perubahan jadwal tidur akibat sahur dan ibadah malam membuat tubuh membutuhkan pengaturan waktu istirahat yang lebih banyak dan disiplin.
Total waktu tidur sekitar enam hingga tujuh jam dalam sehari tetap dianjurkan, meskipun terbagi antara tidur malam dan istirahat singkat di siang hari.
Istirahat pendek juga dapat membantu memulihkan konsentrasi, memperbaiki mood, dan menjaga daya tahan tubuh. Dan manajemen energi dapat dilakukan melalui aktivitas ringan seperti peregangan atau berjalan singkat untuk melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa kantuk saat siang hari.
LULUS
Editor : Imron Arlado