Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jelang Lebaran, Diskon Besar di Online Shop Menggiurkan, Benarkah Belanja Langsung Lebih Aman?

Imron Arlado • Jumat, 20 Februari 2026 | 21:10 WIB

Berbelanja online dan offline, masing-masing mempunyai kelebihan kekurangan tersendiri .
Berbelanja online dan offline, masing-masing mempunyai kelebihan kekurangan tersendiri .

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perkembangan teknologi mengubah cara masyarakat berbelanja. Jika dulu orang harus datang ke pasar atau pusat perbelanjaan, kini cukup membuka aplikasi di ponsel, memilih barang, lalu menunggu paket diantar ke rumah.

Kehadiran platform seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada membuat aktivitas belanjang terasa semakin mudah dan cepat.

Tidak bisa dipungkiri, diskon besar menjadi daya tarik utama belanja online. Flash sale dengan potongan harga ekstrem, promo tanggal kembar, hingga gratis ongkir sering membuat konsumen merasa mendapatkan keuntungan lebih.

Ditambah lagi dengan sistem cashback dan voucher tambahan, harga yang ditawar kadang jauh lebih murah dibandingkan toko fisik. Situasi ini membuat banyak orang tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Baca Juga: Dijerat TPPU, Terdakwa Bandar Sabu Batal Ajukan Eksepsi

Selain soal harga, kemudahan juga menjadi alasan utama. Konsumen bisa berbelanja kapan saja tanpa terikat jam operasional toko. Pilihan produk pun sangat beragam, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pakaian hingga barang elektronik

Fitur ulasan dan rating membantu pembeli menilai kualitas barang sebelum memutuskan membeli. Dalam hitungan menit, berbagai pilihan bisa dibandingkan tanpa harus berpindah tempat.

Namun, kemudahan tersebut tatap memiliki sisi lain. Tidak sedikit pembeli yang merasa kecewa karena barang yang diterima tidak sesuai ekspektasi. Foto produk yang terlihat menarik belum tentu mencerminkan kualitas aslinya.

Perbedaan warna, bahan yang terasa lebih tipis, atau ukuran yang meleset sering menjadi keluhan. Meski tersedia fitur pengembalian barang, prosesnya kadang memerlukan waktu dan kesabaran.

Di sisi lain, belanja langsung ke toko menawarkan pengalaman berbeda. Konsumen dapat melihat dan memeriksa barang secara detail sebelum membeli. Untuk produk seperti pakaian, sepatu, tas, atau gadget, kesempatan mencoba dan mengecek kondisi fisik menjadi nilai tambah tersendiri. Rasa aman muncul karena pembeli tahu persis barang apa yang dibawa pulang.

Belanja offline juga memberikan pengalaman sosial yang tidak didapatkan saat belanja online. Berkeliling pusat perbelanjaan, diskusi langsung dengan penjual, atau sekadar melihat-lihat etalase bisa menjadi aktivitas tersendiri.

Bagi Sebagian orang, pengalaman ini justru menjadi hiburan dan cara melepas penat. Meski demikian, belanja langsung memiliki tantangan tersendiri. Harga barang di toko fisik terkadang lebih tinggi karena adanya biaya operasional.

Selain itu, stok dan pilihan produk bisa lebih terbatas. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk datang ke toko juga menjadi pertimbangan bagi mereka yang memiliki jadwal padat.

Pada akhirnya, tidak ada jawaban mutlak mana yang lebih baik. Belanja online unggul dari sisi kepraktisan dan variasi pilihan, sementara belanja offline menawarkan kapasitas kualitas rasa aman.

Banyak orang kini memadujan keduanya, misalnya dengan mencari referensi dan membadingkan harga secara online lalu membeli langsung di toko atau sebaliknya.

NENSI



Editor : Imron Arlado
#perbandingan #olshop #belanja #online #offline