JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ramadan baru berjalan beberapa hari, namun keluhan tubuh lemas saat puasa mulai bermunculan. Padahal, sebagian besar umat Muslim sudah menjalankan sahur. Lalu mengapa energi tetap terasa cepat habis sebelum waktu berbuka?
Ternyata, penyebabnya bukan sekadar kurang makan. Pola dan komposisi menu sahur yang kurang tepat menjadi faktor utama tubuh mudah drop selama berpuasa.
Banyak yang merasa sudah sahur dengan cukup. Namun tanpa disadari, pilihan menu yang kurang seimbang menyebabkan tubuh cepat lapar, dehidrasi, hingga penurunan konsentrasi saat beraktivitas.
Melewatkan Sahur dan Makan Terlalu Awal
Kesalahan paling umum adalah melewatkan sahur. Tubuh akhirnya tidak memiliki cadangan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas seharian.
Selain itu, menghentikan makan jauh sebelum imsak juga bisa memperpendek durasi rasa kenyang. Energi lebih cepat terkuras sebelum siang hari.
Terlalu Banyak Gula dan Makanan Asin
Mengonsumsi makanan tinggi gula saat sahur memang memberi lonjakan energi cepat. Namun efeknya tidak bertahan lama. Gula darah yang naik drastis akan turun dengan cepat dan memicu rasa lapar lebih awal.
Hal serupa terjadi pada makanan asin. Kandungan garam berlebih meningkatkan rasa haus dan mempercepat risiko dehidrasi selama puasa.
Kurang Serat dan Air Putih
Minimnya konsumsi buah dan sayur membuat rasa kenyang tidak bertahan lama. Serat berperan penting memperlambat proses pencernaan sehingga energi dilepas secara bertahap.
Kebutuhan cairan yang tidak terpenuhi juga berdampak pada stamina dan konsentrasi. Idealnya, pola minum dapat dibagi secara bertahap antara berbuka hingga sahur.
Kafein Berlebihan dan Langsung Tidur
Kopi atau teh saat sahur memang terasa menyegarkan. Namun kafein bersifat diuretik yang mendorong tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Kebiasaan langsung tidur setelah sahur juga berisiko mengganggu metabolisme dan meningkatkan asam lambung.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Agar stamina tetap terjaga hingga waktu berbuka, sahur tidak cukup hanya sekedar kenyang. Komposisi menu perlu diperhatikan agar energi dilepas secara bertahap dan tidak cepat habis.
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, ubi, atau kentang lebih dianjurkan karena dicerna lebih lambat sehingga membuat kenyang lebih lama
Asupan protein juga penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Seperti telur, ayam, tahu, tempe bisa menjadi pilihan karena membantu menurunkan rasa lapar lebih lama.
Sayur dan buah sebagai sumber serat seperti bayam, brokoli, pisang, apel, dan pepaya membantu memperlambat pencernaan sekaligus menjaga kesehatan lambung selama menjalankan puasa.
Selain makanan, kebutuhan cairan tak kalah penting. Minum air putih yang cukup saat sahur dapat membantu mencegah dehidrasi. Sebaiknya hindari kafein berlebihan karena dapat memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Menghindari makanan terlalu manis, asin, dan pedas juga membantu menjaga stamina lebih stabil.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga pola hidup yang lebih sehat. Memperbaiki kualitas sahur menjadi langkah awal agar ibadah tetap lancar tanpa tubuh mudah drop. NESTI
Editor : Imron Arlado