JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Momen berbuka puasa selalu menjadi waktu yang paling dinanti setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga. Ketika azan magrib berkumandang, hidangan manis dan segar menjadi penyempurna kebahagiaan.
Di antara banyaknya pilihan takjil, kolak manis dan es buah tetap menjadi menu andalan yang hampir setiap hari ada di meja makan.
Kolak dikenal sebagai sajian tradisional yang lekat dengan Ramadhan. Perpaduan pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan dan gula merah dapat menciptakan rasa manis yang hangat dan menenangkan.
Aroma khas gula merah yang berpadu dengan santan membuat kolak jadi begitu menggugah selera. Sehingga tak heran meniman manis ini terasa sangat memulihkan energi.
Selain kolak, es buah juga tak kalah populer. Terdapat campuran aneka buah segar seperti melon, semangka, pepaya, hingga nata de coco yang disiram sirup dan susu menghadirkan sensasi dingin dan menyegarkan.
Setelah seharian berpuasa minuman manis dan dingin seperti es buah terasa sangat memulihkan energi. Warnanya yang cerah dan tampilannya yang menggoda juga membuatnya semakin diminati.
Kedua menu ini tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang tradisi dan kebersamaan. Banyak keluarga yang memiliki resep kolak yang turun-temurun, sementara pedagang musiman ramai menjajankan es buah di pinggir jalan selama ramadan. Kehadiran mereka menambahkan semarak suasana sore hari menjelang berbuka.
Dari sisi kesehatan, makanan manis memang dianjurkan untuk mengembalikan energi secara cepat setelah berpuasa. Namun, tetap penting untuk mengonsumsinya dalam porsi yang wajr agar tubuh tetap seimbang. Kolak dan es buah bisa menjadi pembuka sebelum melanjutkan dengan makanan utama yang lebih bernutrisi.
Pada akhirnya, kolak dan es buah segar bukan sekedar hidangan, tetapi bagian dari tradisi ramadan yang selalu dirindukan. Setiap asupan dan tegukan membawa rasa syukur, kebersamaa, dan kebahagiaan sederhana yang membuat momen berbukan semakin istimewa.
TISA
Editor : Imron Arlado