Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Doa Tarawih Ini Sarat Makna dan Harapan

Imron Arlado • Rabu, 18 Februari 2026 | 18:25 WIB
Jamaah membaca doa usai sholat Tarawih di bulan Ramadan.
Jamaah membaca doa usai sholat Tarawih di bulan Ramadan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Shalat Tarawih menjadi ibadah malam yang selalu dinanti umat Islam saat Ramadhan. Selain rangkaian rakaat yang dikerjakan secara berjamaah, doa setelah Tarawih juga menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari tradisi Ramadhan di Indonesia.

Doa yang dikenal sebagai Doa Kamilin ini biasanya dibaca bersama-sama setelah sholat Tarawih, sebelum atau sesudah Witir. Isinya penuh dengan permohonan ampunan, rahmat, dan harapan agar seluruh amal ibadah selama Ramadhan diterima Allah SWT.

Apa Itu Doa Tarawih?

Doa Tarawih adalah  Doa setelah Tarawih bukan termasuk rukun atau syarat sah sholat. Namun, dalam praktiknya, bacaan ini telah menjadi tradisi yang mengakar di berbagai daerah.

Doa tersebut berisi permohonan agar umat Islam digolongkan sebagai hamba yang diterima amalnya, diampuni dosanya, serta dijauhkan dari siksa api neraka. Karena itulah, doa ini kerap disebut sebagai penyempurna ibadah malam di bulan suci.

 

 

Kapan dan Dimana Dibaca?

Doa ini dibaca setiap malam selama Ramadhan setelah rangkaian sholat Tarawih selesai, baik di masjid maupun mushola. Biasanya dipimpin oleh imam atau bilal, lalu diikuti oleh seluruh jamaah secara serempak.

Suasana khusyuk terasa ketika lantunan doa menggema di dalam masjid. Momen tersebut menjadi refleksi bersama, terutama di malam-malam awal Ramadhan.

Mengapa Doa Ini Banyak Dicari?

Menjelang Ramadhan, banyak umat Islam mencari teks doa Tarawih lengkap dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya. Hal ini dilakukan agar dapat mengikuti bacaan dengan benar saat berjamaah.

Doa ini dibaca setelah selesai seluruh rakaat tarawih dan sebelum witir:

للَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيمَانِ كَامِلِينَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّينَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِينَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِينَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِينَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِينَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِينَ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِينَ، وَعَلَى سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ، وَبِحُورِ عِينٍ مُتَزَوِّجِينَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ وَدِيبَاجٍ مُتَلَبِّسِينَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ، بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ، مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيمًا، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُولِينَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُودِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

 

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk, yang berpaling dari kesia-siaan, yang zuhud di dunia, yang merindukan akhirat, yang ridha dengan ketetapan-Mu, yang bersyukur atas nikmat-Mu, yang sabar atas cobaan-Mu, dan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat kami berjalan, ke telaga (Al-Haudh) kami didatangkan, ke dalam surga kami dimasukkan, dari api neraka kami diselamatkan, di atas dipan kemuliaan kami duduk, dengan bidadari kami menikah, dari kain sutra dan istabraq dan dibaj kami berpakaian, dari makanan surga kami makan, dari susu dan madu yang murni kami minum, dengan gelas dan bejana dan piala dari sumber yang mengalir, bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin, dan mereka adalah sebaik-baik teman. Itu adalah keutamaan dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami di malam bulan yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima, dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka dan ditolak. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya semua, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang."

Bagaimana Praktiknya?

Dalam praktiknya, doa dibaca dengan penuh kekhusyukan setelah seluruh rakaat selesai. Di sejumlah tempat, doa ini bahkan dibaca dengan nada khas yang sudah menjadi tradisi turun-temurun.

Meski tidak diwajibkan, doa setelah Tarawih menjadi simbol kebersamaan dan pengharapan. Ramadan pun tak hanya dimaknai sebagai bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbanyak doa serta memperbaiki diri.

Doa Tarawih menjadi salah satu ruang untuk mengetuk pintu ampunan dan berharap keberkahan sepanjang bulan suci. NESTI

Editor : Imron Arlado
#ramadhan 2026 #ibadah ramadhan #shalat tarawih #keutamaan Ramadhan #doa kamilin #doa tarawih #doa setelah tarawih