Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Berbuka dengan Kurma, Tradisi yang Ternyata Didukung Ilmu Medis

Imron Arlado • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:35 WIB
Dua hingga tiga butir kurma cukup pulihkan energi.
Dua hingga tiga butir kurma cukup pulihkan energi.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kurma hampir tak pernah absen dari meja berbuka puasa saat Ramadan. Buah manis ini menjadi pilihan utama umat Muslim untuk membatalkan puasa.

Bukan hanya karena anjuran sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga karena alasan medis yang mendukung manfaatnya bagi tubuh setelah seharian menahan lapar dan haus.

Mengapa kurma dianjurkan saat berbuka?

Secara tradisi, Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma. Namun, dari sisi kesehatan, kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh. Kandungan ini membantu mengembalikan energi dengan cepat setelah berpuasa sekitar 12–14 jam.

Rasa manis kurma berasal dari gula alami yang mudah diserap tubuh. Inilah yang membuatnya efektif memulihkan tenaga saat berbuka. Namun, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, kurma tetap aman dan tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara berlebihan.

 

 

Apa saja kandungan gizinya?

Kurma kaya akan:

Serat dalam kurma juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih stabil setelah lambung kosong seharian.

Bagaimana cara kerja kurma di tubuh saat puasa?

Setelah tubuh kehilangan asupan makanan dan cairan selama berjam-jam, kadar gula darah cenderung menurun. Mengonsumsi kurma saat berbuka membantu menaikkan kadar gula darah secara bertahap sehingga tubuh tidak “kaget” sebelum menerima makanan berat.

Itulah sebabnya, kurma sering disarankan dikonsumsi terlebih dahulu sebelum menyantap hidangan utama.

Berapa banyak yang ideal dikonsumsi?

Untuk berbuka, dua hingga tiga butir kurma sebenarnya sudah cukup membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Mengonsumsinya secara berlebihan tetap tidak dianjurkan, apalagi bagi penderita diabetes, karena kandungan gula alaminya cukup tinggi.

 

Kapan waktu terbaik mengonsumsinya?

Kurma paling baik dikonsumsi tepat saat azan magrib sebagai pembuka puasa, disertai air putih. Setelah itu, beri jeda beberapa menit sebelum menyantap makanan utama agar tubuh beradaptasi secara perlahan.

Tradisi yang Sejalan dengan Sains

Di bulan Ramadan, kurma bukan sekadar simbol tradisi. Kandungan nutrisinya menjadikan buah ini relevan secara medis sebagai pilihan berbuka yang ringan, cepat diserap tubuh, dan membantu menjaga keseimbangan energi.

Karena itu, tidak heran jika permintaan kurma selalu meningkat setiap Ramadan. Selain mengikuti sunnah, masyarakat juga mendapatkan manfaat kesehatan yang nyata dari buah khas Timur Tengah tersebut. NESTI

Editor : Imron Arlado
#kurma #buka puasa #khasiat kurma #Ramadan 2026 #Sunnah Nabi #gizi