Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Empat Tanggul Sungai di Demak Jebol Sekaligus, Banjir Rendam Permukiman Warga

Imron Arlado • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:37 WIB
Aparat dan BPBD meninjau titik tanggul jebol yang menyebabkan akses jalan terputus dan permukiman tergenang.
Aparat dan BPBD meninjau titik tanggul jebol yang menyebabkan akses jalan terputus dan permukiman tergenang.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Ratusan rumah warga di Kabupaten Demak terendam banjir akibat jebolnya 4 tanggul Sungai sekaligus di Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Senin (16/2/2026).

Empat tanggul yang jebol tersebut meliputi dua tanggul Sungai Tuntang yakni di Desa Pilangsari dan Desa Dombo. Kemudian dua titik yang lain berada di wilayah Kali Cabean dan Tlogoweru.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto.

"Tanggul jebol saat ini ada empat, yang di Tuntang ada dua, Desa Pilangsari dan Dombo. Untuk yang di Kali Cabean ada juga di wilayah Tlogoweru, itu juga jebol dua titik," ucap Suprapto.

Baca Juga: Ritual Suci Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Mojokerto

Tanggul selebar 30 meter yang merupakan aliran dari Sungai Tuntang, Desa Mintreng, Kecamatan Kebonagung, Demak mengakibatkan jalur Provinsi Semarang menuju ke Grobogan lumpuh total. Jebolnya tanggul, menyebabkan derasnya arus air yang meluap membuat para pengguna jalan tidak berani melintas.

Kepala Desa Tlogoweru, Jaryanto, menjelaskan bahwa air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 04.00 WIB. Ketinggian air berkisar 70 sentimeter hingga mencapai satu meter di titik terdalam.

"Yang terdampak itu kira-kira di angka 900 KK," ujar Jaryanto.

Selain merendam permukiman, banjir kali ini membawa ancaman kerugian ekonomi yang besar bagi para petani. Jaryanto mengungkapkan kekhawatirannya karena ratusan hektare sawah yang terendam sebenarnya sudah memasuki masa panen.

Baca Juga: Bea Cukai Segel Gerai Tiffany & Co, Diduga Langgar Aturan Impor Barang Mewah

"Lahan pertanian kita yang terdampak hampir 350 hektare. Padahal minggu depan kami rencanakan sudah mulai panen raya," ungkap Jaryanto.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak menetapkan status tanggap darurat bencana hari ini untuk percepatan penanganan. Hal ini disampaikan langsung oleh Suprapto, penetapan status ini berdasarkan hasil dari rapat koordinasi tadi malam.

"Tanggap darurat bencana berdasarkan dari hasil rapat koordinasi antar OPD tadi malam itu sudah kita tetapkan, kita putuskan per hari ini tanggal 17 Februari ini kita naikkan status kita biasanya siaga bencana, per hari ini kita naikkan jadi tanggap darurat bencana," kata Suprapto di lokasi tanggul jebol Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: iPhone 18 Pro Resmi Diperkenalkan, Usung Teknologi Lebih Mutakhir dengan Performa Gahar

Suprapto juga mengatakan empat tanggul yang jebol di dua sungai. Saat ini seluruhnya sudah surut dan akan ditangani segera.

"Alhamdulillah dari dua sungai tersebut termasuk ketinggian airnya lebih cepat hilang, sehingga untuk pagi ini air yang dari jebolan sudah tidak mengalir semua," pungkasnya. RIRA

 

Editor : Imron Arlado
#tanggul jebol #demak banjir #suprapto #banjir #Sungai Tuntang