JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang berlaku mulai 12 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 17 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam periode tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca laut diprediksi berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.
BMKG menyebutkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan 5–20 knot.
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin dominan bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 6–30 knot.
Baca Juga: Santri di Pungging Mojokerto Meninggal Diduga Tersengat Listrik
Kondisi angin tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan. BMKG menegaskan bahwa situasi ini dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi jenis kapal tertentu.
Perahu nelayan berisiko terdampak apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang berpotensi terdampak saat angin melampaui 16 knot dengan gelombang di atas 1,5 meter. Adapun kapal ferry berisiko jika angin mencapai lebih dari 21 knot disertai gelombang lebih dari 2,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Nelayan dan pelaku pelayaran juga disarankan menunda aktivitas melaut jika tidak mendesak, serta rutin memantau pembaruan informasi cuaca resmi.
Baca Juga: Masihkah Radio Bertahan di Tengah Gempuran Spotify dan Podcast?
Peringatan dini ini dikeluarkan sebagai langkah mitigasi risiko agar masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih awal terhadap potensi cuaca ekstrem di laut. BMKG menegaskan bahwa informasi terbaru akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer dan dinamika cuaca. RICA
Editor : Imron Arlado