JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia yang dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter. Peringatan ini berlaku mulai 14 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 17 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Instagram BMKG (@infobmkg), Jumat (13/2). Dalam rilisnya, BMKG menyebutkan gelombang tinggi berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Samudra Hindia, khususnya barat Kepulauan Nias, barat Kepulauan Mentawai, barat Bengkulu, barat Lampung, serta perairan selatan Banten dan Jawa Barat.
Selain kategori tinggi 2,5–4 meter, BMKG juga mencatat gelombang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Laut Flores, Laut Sawu, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.
Baca Juga: Santri di Pungging Mojokerto Meninggal Diduga Tersengat Listrik
BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 3–25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Makassar bagian selatan dan Laut Arafuru, yang turut memengaruhi peningkatan tinggi gelombang.
Terkait kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, agar meningkatkan kewaspadaan. Perahu nelayan berisiko terdampak apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Baca Juga: Sopir Ngantuk Tabrak Truk Ngeban di Tol Mojokerto
Kapal tongkang berisiko pada angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal ferry berisiko saat angin mencapai 21 knot dengan gelombang 2,5 meter.
BMKG meminta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun perairan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi guna menghindari potensi kecelakaan laut. NESTI
Editor : Imron Arlado