Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Daryono Ajukan Pensiun Dini, Mundur dari Jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Kenapa?

Imron Arlado • Minggu, 15 Februari 2026 | 18:58 WIB

 

Potret Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG yang memutuskan pensiun dini dikarenakan alasan kesehatan
Potret Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG yang memutuskan pensiun dini dikarenakan alasan kesehatan

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut ia umumkan dalam grup bersama rekan-rekan media, Jumat (13/2/2026) malam.

"Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG," Tulis Daryono dalam keterangan resminya.

Dalam pernyataan tertulisnya, Daryono meminta media untuk tidak lagi mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan. Meski demikian, Daryono menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi di bidang edukasi publik terkait gempa bumi dan tsunami.

“Sebagai seseorang yang telah lama berkecimpung dalam kajian gempa bumi dan tsunami, baik dalam aspek konsep dan teori kegempaan, sumber gempa, analisis data, maupun sejarah gempa dan tsunami, saya tetap terbuka untuk berbagi pengetahuan, memberikan penjelasan ilmiah, serta menjadi narasumber apabila diperlukan,” tulis Daryono, dikutip Sabtu (14/02/2026).

Ia menyampaikan, alasan kesehatan menjadi penyebab mundurnya Daryono dari jabatan sekaligus pensiun dini dari BMKG. Kondisi tersebut mengharuskan Daryono menjalani perawatan selama beberapa waktu.

"Saya saat ini sedang sakit mata yang disebut distrofi kornea dan sedang dalam perawatan dan penanganan sehingga cuti dinas, kemudian lanjut pensiun dini," ucapnya.

Tanggung jawabnya terhadap ilmu pengetahuan, edukasi publik, dan moral di tengah masyarakat yang rawan bencana tetap menjadi prioritas. Untuk sementara, apabila menjadi narasumber, Daryono meminta identitasnya disebut sebagai Pemerhati Gempabumi dan Tsunami.

"Saya memiliki tanggungjawab keilmuan (Scientific Responsibility), tanggungjawab edukasi (Educational Responsibility) dan tanggungjawab moral (Moral Responsibility) di negeri yang rawan bencana ini," imbuhnya.

Daryono menyampaikan komitmennya untuk tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik hingga memiliki afiliasi institusi baru yang kredibel, dengan menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat.

"Insya Allah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat." Ucap Daryono dalam pernyataannya.

Dalam rilis pers terbaru yang dibagikan BMKG, jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG kini diisi Pelaksana Tugas (Plt) yakni Rahmat Triyono.

Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana, membenarkan kabar Daryono mengundurkan diri. Dia mengatakan Daryono sudah memasuki masa purnabakti.

"Betul, beliau sudah memasuki purnabakti," kata Taufan. RIRA

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#Direktur Gempa Bumi dan Tsunami #Daryono BMKG Pensiun Dini #BMKG