Jawa Pos Radar Mojokerto - Daryono resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Melalui keterangan resmi yang disampaikan pada Sabtu (14/2/2026). Ia juga menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri sekaligus permohonan pensiun dini.
Ia menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya menjadi alasan utama keputusan tersebut diambil. "Saya saat ini sedang sakit mata yang disebut distrofi kornea dan sedang dalam perawatan dan penanganan sehingga cuti dinas, kemudian lanjut pensiun dini. Saya sampai 1 Mei masih pegawai BMKG," ujar Daryono.
Meski tidak lagi menjabat, Daryono menegaskan bahwa kontribusinya dalam edukasi publik terkait kegempaan dan kebencanaan akan terus dilakukan. Dengan pengalamannya yang panjang dalam kajian gempa bumi dan tsunami, meliputi aspek teori kegempaan, sumber gempa, analisis data, serta sejarah gempa dan tsunami. Ia menyatakan siap terus berbagi pengetahuan dan memberikan penjelasan ilmiah apabila dibutuhkan masyarakat maupun lembaga terkait.
Baca Juga: Terdakwa Kasus Aborsi di Mojokerto Ajukan Penangguhan dan Pengalihan Status Tahanan
Posisi yang ditinggalkan oleh Daryono kini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), yaitu Rahmat Triyono, sesuai rilis pers terbaru yang dibagikan BMKG. Hal ini dilakukan agar proses monitoring kegempaan dan mitigasi dapat tetap berjalan dengan optimal di tengah masa transisi.
Daryono lahir di Semarang pada 21 Februari 1971, ia dikenal sebagai salah satu ahli kegempaan terkemuka di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam penelitian, mitigasi dan edukasi publik terkait gempabumi dan tsunami. Berkarir penuh di BMKG, ia menduduki berbagai posisi strategis hingga akhirnya diangkat sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami pada tahun 2022.
Beberapa karya yang melibatkan Daryono sebagai penulis dan editor antara lain:
- “10 Kunci Penyelamatan saat Saat Terjadi Gempabumi dan Tsunami” , Bina Media Informasi, Bandung.
- Penaksiran Multirisiko Bencana di Wilayah Kepesisiran Parangtritis. Bab IV. Bencana Gempabumi, Penerbit Pusat Studi Bencana PSBA UGM.
- Multirisk Assessment of Disasters in Parangtritis Coastal Area, Chapter 4. Earthquake, Gadjah Mada University Press.
- Petir Ancaman yang Terabaikan (Editor), Pusat Studi Bencana PSBA UGM.
Dikabarkan Daryono juga kerap menjadi pembicara di seminar nasional yang membahas potensi gempa bumi, tsunami, dan Upaya mitigasi bencana di berbagai daerah. Selain itu, ia pernah terlibat dalam penyusunan analisis bahaya gempa bumi dan standar operasional prosedur bencana yang menjadi rujukan sejumlah Lembaga pemerintahan.
Baca Juga: Warga Seduri Mojokerto Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Diduga Rudapaksa Emak-emak Penjual Sayur
Dengan latar belakang keilmuan yang kuat serta pengalaman panjang di berbagai posisi, seperti peneliti lapangan hingga jabatan strategis lainnya, membuktikan Daryono menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan pengetahuan kegempaan dan edukasi publik kebencanaan di Indonesia. ASIKHA
Editor : Imron Arlado